4 Tips Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

4 Tips Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Apakah Anda baru akan menjadi orang tua baru? jika betul Anda sudah pasti sedang memilih berbagai perlengkapan si kecil khususnya untuk kamar tidurnya. Tentu sebagai orang tua Anda akan memberikan dengan kualitas terbaik untuk menunjang keamanan dan kenyamanannya.

Bayi akan membutuhkan waktu tidur hingga 17 jam, maka dari itu Anda harus memilih kasur yang sesuai dan khusus untuk bayi. Untuk itu Anda harus memperhatikan berbagai aspek kasurnya.

Tips Pilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda perhatikan sebelum memilih kasur untuk buah hati tercinta.

Kepadatan dan Ketebalan Kasur

Perhatikan ketebalan dan kepadatan kasur. Pilihlah kasur bayi dengan tingkat ketebalan yang ideal khusus untuk bayi sekitar 7-15 cm agar bayi tidur dengan nyaman. Jika memilih kasur busa, perhatikan juga mengenai kepadatannya. Kasur busa yang lebih berat dan lebih padat akan menjadi pilihan yang baik. Usahakan tidak memilih kasur yang terlalu empuk karena dapat membuat bayi ‘tenggelam’ di dalamnya dan sangat berisiko mengalami sindrom kematian mendadak (SIDS).

Baca Juga:

Jarak Antartiang dan Bingkai Kasur Bayi

Tentu saja ukuran tempat tidur bayi harus sesuai dengan kasur yang mengisinya. Pastikan tak ada ruang antara bingkai tempat tidur dan kasur. Perhatikan untuk ukuran ideal ruang antara kasur, bingkai tempat tidur, dan antartiang bingkai tidak lebih dari 5 cm.

Ukuran antartiang yang ideal bertujuan untuk mengurangi kemungkinan tubuh atau kepala bayi terjepit di antara sela-sela ruang tempat tidur saat sedang tidur. Selain jarak, perhatikan juga mengenai tinggi bingkai kasur. Si kecil akan terus tumbuh dan berkembang maka dari itu tinggi kasur juga harus disesuaikan. Hal ini perlu dilakukan agar saat bayi bertambah besar, tinggi kasur bisa dikurangi agar ia tak bisa memanjat keluar dan jatuh dari tempat tidur.

Jangan Pilih Tempat Tidur Bayi yang Usianya Lebih dari 10 tahun

Hindari menggunakan kasur yang usianya sudah lebih dari 10 tahun. Hal tersebut karena kondisi kasur bayi yang telah banyak perubahan akan membahayakan si kecil. Kasur bisa jadi sudah terlalu empuk sehingga cekung di bagian tengahnya atau bingkai ranjang yang telah lapuk. Sangat membahayakan si kecil.

Pilihlah Kasur yang Multifungsi

Multifungsi maksudnya kasur bayi dapat diubah menjadi tempat tidur tanpa bingkai. Hal ini mungkin bisa menjadi pertimbangan dalam memilih kasur bayi. Tempat tidur yang dapat dimanfaatkan lebih lama ketika kecil sudah semakin besar. Tapi tetap untuk tidak menggunakannya lebih dari 10 tahun.

Si kecil akan bertumbuh cepat maka dari itu jika ia sudah lebih dari 90 cm, sebaiknya tak tidur di ranjang bayi. Hal tersebut karena si kecil akan memanjang ranjang dan posisi kasur yang terlalu tinggi berisiko jatuh saat tidur. Anda juga dapat menggunakan kasur di lantai tanpa ranjang untuk mengurangi risiko ia terjatuh.

Baca Juga

Jenis-Jenis Kasur Bayi

Untuk menambah informasi mengenai kasur bayi yang bagus, Anda juga bisa memperhatikan beberapa jenis-jenis kasur bayi berikut ini

Kasur Busa

Kasur ini biasanya terbuat dari bahan poliuretan dan resin busa. Jenis kasur busa dapat menjadi pilihan Anda sebagai kasur untuk bayi yang bagus. Karakteristik kasur ini ringan, tahan lama, dan tidak mahal. Saat memilih kasurnya, pastikan kuat dan kokoh. Cara menentukannya adalah dengan menekan kasur busa dengan telapak tangan. Setelh itu, lihatlah seberapa lama kasur yang masuk ke dalam untuk naik kembali ke permukaan atau ke bentuk semula. Semakin cepat kasur busa kembali ke bentuk semula, semakin baik.

Kasur bayi Jenis Organik

Kasur ini terbuat dari bahan alami atau organik seperti kapas, wol, serat kelapa, busa nabati, atau lateks alami. Alas tidur organik dapat terdiri dari lapisan dalam bahan alami, busa, bahkan terbuat serat sabut kelapa. Tetapi, kasur ini memiliki harga yang cenderung mahal meski lebih nyaman dan aman untuk penderita alergi. Kasur ini tak akan menimbulkan masalah seperti alergi lateks atau gatal dan mudah terbakar seperti kasur busa. Jika memungkinkan Anda bisa memilih kasur ini karena sangat cocok untuk kulit bayi yang masih sensitif dan terkadang mudah terkena alergi.

Kasur Springbed

Kasur springbed memiliki struktur yang terbuat dari gulungan baja sehingga kokoh dan tangguh. Di atas gulungan baja terdapat lapisan bahan bantalan yang berbeda. Ada yang terbuat dari poliester, kapas, atau busa. Semakin banyak gulungan baja pada kasur akan semakin membuat empuk kasurnya. Sama seperti kasur organik, kasur ini juga cenderung lebih mahal dan lebih berat. Berat kasur akan terasa terutama saat mengangkat kasur untuk mengganti sprei.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Tempat Tidur Bayi

hal yang harus diperhatikan pada kasur bayi

Sebaiknya orang tua berhati-hati dalam menyimpan kasur bayi. Hindari untuk meletakkan tempat tidur bayi di sebelah jendela atau pintu. Hal tersebut karena sangat membahayakan si kecil karena jika ia sudah cukup besar ia akan berusaha berdiri dan memanjat.
Selain itu, kasur bayi yang diletakkan di dekat jendela berpotensi rentan terlilit atau terikat kain gorden penutup jendela. Bagaimana yang ideal? sebaiknya letakkan kasur menempel tembok jauh dari tirai, jendela, atau pintu.

Cara Merawat Kasur Bayi

Berikut ini cara merawat kasur si kecil agar tetap bersih, awet, dan mencegah berbagai penyakit menghampiri.

Rajin Membersihkan Kasur Bayi

Si kecil tentu saja sering mengompol atau buang air besar secara sembarang waktu. Anda jangan malas untuk membersihkannya ya agar terhindar dari kuman dan membuat kulit bayi mudah iritasi. Gunakan kain basah untuk membersihkannya, ganti sprei setiap hari, rutin menjemurnya minimal tiga bulan sekali agar terhindar dari berbagai bakteri.

Baca Juga:

Bersihkan Tiap Tiang

Jangan lupa membersihkan tiang kasur bayi menggunakan kain lap basah atau kering supaya tidak ada debu atau kotoran yang menempel. Hal ini bertujuan agar kasur bayi tidak mudah keropos lebih awet dan tentu menjaga kesehatan pernapasan si kecil agar tidak menghirup debu-debu yang menempel pada tiang kasur bayi.

Amankah Bayi Tidur Sendiri di Kasurnya?

Menurut Healthy Children, bayi memang sebaiknya harus tidur terpisah dengan orang tuanya untuk menghindari sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome merupakan kondisi bayi meninggal mendadak karena mengalami kesulitan bernapas. Terlebih lagi bayi baru lahir akan lebih berisiko mengalami SIDS karena belum sepenuhnya merespon jika ada gangguan saat tidur.

Untuk meningkatkan kenyaman si kecil dalam tidur nyenyaknya Anda dapat memilih bedcover atau sprei terbaik dari Sleep Buddy yang juga menyediakan berbagai motif dan warna lucu. Dengan kualitas premium dan didesain khusus bayi yang aman dan nyaman. Anda dapat mengintip berbagai koleksi kami di Shopee, Tokopedia, dan Blibli ya.

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Sofi, I love writing about lifestyle, entertainment, and healthy life.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *