8 Tips Efektif Agar Kamar Tidur Bebas Alergi

8 Tips Efektif Agar Kamar Tidur Bebas Alergi

Apakah Anda sudah memastikan bahwa kamar tidur Anda bebas alergi?

Memiliki ruang tidur yang bersih dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, tak jarang kamar tidur justru menjadi penyebab munculnya alergi akibat adanya debu, tungau kasur, atau bahkan bakteri dan kuman yang menumpuk. Alergi ini tentunya bisa mempengaruhi waktu istirahat Anda dan menyebabkan berbagai gangguan tidur.

Padahal, kamar adalah ruangan paling personal bagi Anda. Supaya selalu nyaman untuk ditempati, tentunya Anda menginginkan kamar yang bebas alergi, bukan?

Nah, melalui artikel kali ini, kami akan mengupas tuntas cara agar kamar Anda bebas alergi. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Apa Penyebab Alergi?

Pada dasarnya, reaksi alergi muncul sebagai reaksi tak normal sistem imun saat melawan zat asing yang pada dasarnya tidak berbahaya. Dalam kondisi normal, sistem imun seharusnya mampu membedakan mana zat yang aman dan mana yang benar-benar berbahaya bagi tubuh.

Sistem imun hanya akan aktif bekerja terhadap zat asing yang menyebabkan penyakit atau kerusakan. Sebagai contoh, reaksi sistem imun diperlukan untuk melawan patogen (bakteri, virus, parasit, atau jamur) atau bahan kimia penyebab iritasi.

Begitu pun saat Anda memakan sesuatu atau menghirup serbuk sari dari lingkungan. Sistem imun tidak bereaksi negatif karena makanan memiliki nutrisi yang diperlukan tubuh, sedangkan serbuk sari tidak menimbulkan dampak apa pun bagi kesehatan.

Berbagai Pemicu Alergi Tempat Tidur

Zat penyebab reaksi alergi dapat muncul dalam berbagai bentuk. Dari sekian banyak pemicu alergi di tempat tidur, di bawah ini merupakan yang paling umum:

1. Tungau kasur

Tungau kasur termasuk salah satu penyebab utama alergi. Mikroorganisme ini memakan sel kulit mati yang Anda lepaskan setiap hari. Maka dari itu, tungau banyak ditemukan pada kasur, sprei dan bed cover, atau bantal dan guling.

Nantinya, tungau ini akan menghasilkan zat buangan yang melayang di udara. Jika Anda menghirup zat buangan ini, sistem imun akan menganggapnya sebagai bahaya dan melepas antibodi untuk menghancurkannya. Pada saat yang sama, reaksi ini menimbulkan gejala alergi.

2. Hewan peliharaan

bulu hewan peliharaan

Penyebab alergi kadang berasal dari hewan peliharaan. Anjing dan kucing merontokkan rambutnya sebagai cara beradaptasi. Rontokan tersebut biasanya mengandung protein dari air liur atau urine yang dapat memancing reaksi alergi bila terhirup.

Zat asing dalam rambut, liur, dan urine hewan peliharaan begitu ringan sehingga dapat melayang di udara atau menempel pada perabotan selama berbulan-bulan. Jika tidak dibersihkan, zat-zat tersebut bisa menyebabkan alergi hewan yang lebih parah.

3. Adanya Tumpukan Debu

Debu bisa datang dari mana pun. Bahkan, kebanyakan debu di kamar berasal dari sel kulit mati kita. Sel-sel kulit ini nantinya akan menyebar dan menjadi santapan tungau kasur.

Tungau ini pun bisa menjadi penyebab menumpuknya debu di ruangan. Selain itu, serpihan rambut, ketombe, dan kulit serangga juga bisa jadi penyebab munculnya debu.

Tak hanya itu, serpihan furnitur dan tembok juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Terakhir, debu juga bisa dibawa dari luar ruangan ke dalam kamar. Ketika Anda menghirup atau menyentuhnya, bahan-bahan ini dapat memicu reaksi sistem imun dan menyebabkan alergi debu.

Menurut laman American College of Allergy, Asthma, and Immunology, berikut gejala-gejala yang timbul ketika tubuh alergi terhadap debu:

  • Bersin-bersin,
  • Hidung meler,
  • Mata merah dan berair,
  • Sesak napas,
  • Batuk-batuk, dan
  • Kulit gatal.

 
Baca Juga :

 

4. Lumut dan jamur

Lumut dan jamur tumbuh dengan baik di tempat yang gelap, basah, serta lembap. Kamar tidur termasuk area yang bisa menjadi tempat lumut dan jamur berkembang biak. Misalnya karena Anda membiarkan sprei dalam keadaan lembap dan tidak menggantinya secara rutin.

Ketika hendak berkembang biak, lumut dan jamur akan melepaskan jutaan spora berukuran sangat kecil. Spora ini beterbangan di udara dan tidak terlihat. Sama seperti debu, spora jamur dapat memicu reaksi alergi bila terhirup dalam jumlah banyak.

Tips Membuat Kamar Bebas Alergi

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk membuat kamar bebas alergi:

1. Ganti sprei secara berkala

Idealnya, ganti sprei kamar tidur Anda setidaknya seminggu sekali. Selain itu, perhatikan juga cara Anda mencuci sprei agar benar-benar bersih dan bebas alergen.

Cuci dengan air panas untuk memastikan tidak ada kotoran yang tersisa. Suhu yang tepat untuk mencuci sprei adalah seKitar 54 derajat Celcius.

2. Cuci bersih karpet di kamar tidur

Apabila Anda menggunakan karpet di kamar tidur, sebaiknya hindari yang menempel dari dinding ke dinding. Selain itu, pastikan selalu melakukan vakum dan mencuci karpet agar tidak menjadi tempat persembunyian tungau juga.

3. Periksa alergen dari hewan peliharaan

Apabila di rumah ada hewan peliharaan, Anda perlu tahu bahwa tak hanya bulu binatang saja yang bisa menyebabkan alergi, tapi juga dari air liur mereka.

Untuk itu, pastikan meminimalisir interaksi hewan peliharaan di kamar tidur. Merawat dan memandikan hewan peliharaan secara teratur juga penting untuk mengurangi risiko alergi.

4. Letakkan Baju kotor di ruangan berbeda

Sebisa mungkin, biasakan untuk tidak meletakkan baju kotor terutama yang lembap di ruangan sempit atau tanpa jendela. Idealnya, meletakkan baju kotor sebaiknya di ruangan dengan ventilasi terbuka dan bukan di dalam kamar. Jadi pastikan untuk membiasakan diri Anda setiap hari.

Baca Juga :

 

5. Buat ventilasi atau sirkulasi udara yang baik

sirkulasi udara yang baik

Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik dan juga mendapatkan sinar matahari secara langsung.

Hal ini karena alergen dalam ruangan seperti tungau dan jamur mudah tercipta dari ruangan yang lembap. Selain itu, pastikan tidak ada residu rokok ke dalam kamar karena bisa menempel di semua perabotan.

6. Pilih perabotan yang mudah dibersihkan

Untuk kamar tidur, sebisa mungkin pilih perabotan yang mudah untuk Anda bersihkan. Bahannya bisa dari kayu, metal, atau plastik. Hindari perabotan dengan permukaan lembut yang bisa menjadi tempat tungau.

7. Pakai pembersih udara

Untuk Anda yang memiliki budget lebih, purifier atau pembersih udara bisa jadi salah satu solusi agar kamar tidak berdebu.

Purifier bisa menyaring debu di udara dengan baik serta mengurangi kelembapan sehingga mencegah tungau tumbuh. Namun, pastikan untuk membersihkan dan mengganti penyaring udara Anda secara rutin.

Selain itu, perlu Anda ingat bahwa meskipun kelembapan rendah dapat mengurangi tungau debu, kondisi ini berisiko mengiritasi hidung dan paru-paru Anda. Maka dari itu, aturlah kelembapan udara di kamar dengan baik.

8. Letakkan tanaman hias menyehatkan

Tak hanya bisa mempercantik ruangan kamar, memilih tanaman hias yang tepat juga memiliki banyak manfaat lainnya. Seperti sebagai terapi kesehatan, memberikan kenyamanan dan ketenangan, meningkatkan kualitas tidur, membantu menghilangkan stres, bahkan mampu membersihkan udara di dalam kamar Anda sehingga mengurangi alergen.

Anda bisa memilih tanaman hias seperti sirih gading, sansevieria, bromelia, spider plant, peace lily, atau calathea sebagai pilihan.

Itulah ulasan mengenai tips membuat kamar Anda bebas alergi. Kegiatan membersihkan kamar mungkin akan terasa melelahkan. Namun, hal ini perlu dilakukan demi menjaga kesehatan Anda dan keluarga.

Selain memastikan kamar bebas alergi, pemilihan perlengkapan tidur seperti sprei dan bed cover juga perlu Anda perhatikan. Pilihlah sprei dan bed cover dari bahan terbaik yang mudah dibersihkan, tidak menyebabkan alergi, dan nyaman saat Anda menggunakannya. Jika Anda memiliki kulit sensitif, pilihlah sprei dari bahan sutra, linen, katun, atau material tencel.

Sleep Buddy bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda yang mencari sprei dan bed cover berkualitas yang menunjang kualitas serta kenyamanan tidur Anda. Ada banyak pilihan sprei berbagai motif dan beragam ukuran yang bisa Anda sesuaikan dengan selera.

Anda dapat mengunjungi marketplace Sleep Buddy di Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada, atau Sleep Buddy store. Kunjungi juga akun Instagram kami untuk mendapatkan info terbaru seputar Sleep Buddy.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *