12 Tipe Pola Asuh Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

12 Tipe Pola Asuh Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

Setiap orang tua tentu memiliki tipe pola asuh anak dan strateginya sendiri dalam mengasuhnya. Tak ada yang salah atau benar, pola asuh merupakan pilihan dari masing-masing orang tua agar anak mendapat yang terbaik. Berbicara mengenai pola asuh, tahukah Anda bahwa terdapat beberapa jenis tipe pola asuh anak. Agar menambah wawasan dan informasi yang bermanfaat yuk simak ulasannya berikut ini.

Tipe-Tipe Pola Asuh Anak

Bersumber Health Line, berikut ini beberapa tipe pola asuh Anak yang perlu Anda ketahui.

Pola Asuh Authoritarian

Pola asuh ini merupakangaya pengasuhan yang menegakkan aturan ketat dan kaku sehingga sedikit mempertimbangkan perasaan anak. Seringkali orang tua memiliki harapan yang tinggi dan berharap bahwa anak-anak dapat mengikuti. Menurut penelitian dari University of New Hampshire tahun 2021 mengungkapkan bahwa anak-anak yang diasuh dengan pola tersebut tidak melihat orang tua sebagai figur otoritas yang sah.

Kenyataannya pola asuh ini cenderung membuat anak terlibat dalam perilaku nakal seperti merokok, minum di bawah umur, dan bolos sekolah. Pola asuh authoritarian membuat anak-anak lebih tertekan daripada anak-anak lain yang cenderung memiliki nilai yang lebih buruk.

Baca Juga:

Pola Asuh Authoritative

Pola asuh ini merupakan pola asuh yang mana Anda menentukan dan memberikan berbagai batasan yang jelas pada anak. Meskipun menentukan dan memberikan berbagai batasan pada anak, pola asuh ini tetap mendorong anak untuk dapat berdiskusi dengan Anda secara terbuka dan jujur.

Beberapa ahli mengatakan bahwa pola asuh authoritative merupakan bentuk pola asuh yang paling masuk akal dan efektif untuk diterapkan. Hal tersebut karena anak-anak dengan pola asuh authoritative akan cenderung disiplin dan dapat berpikir sendiri.

Pola Asuh Attachment

Merupakan bentuk pola asuh yang berpusat pada anak. Di mana Anda mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman untuk mereka. Sehingga dari hal tersebut anak menjadi merasa aman dan dicintai. Dalam polah asuh ini, Anda juga memiliki banyak kontak fisik dengan anak seperti banyak waktu bersama, tidur bersama anak, dan menggendong.

Penelitian dari APAPsychNET yang diterbitkan pada tahun 2010 mengungkapkan bawah anak dengan pola asuh attachment cenderung bersifat mandiri, mampu mengontrol emosi, dan memiliki empati yang tinggi.

Pola Asuh Free Range

jenis pola asuh anak

Yaitu bentuk pola asuh yang memberikan kebebasan sepenuhnya pada anak sekaligus kebebasan untuk anak mengambil risiko. Meskipun memberikan kebebasan sepenuhnya, Anda tetap melakukan pengawasan dengan memberikan peraturan, konsekuensi, dan tanggung jawab.

Pola Asuh Helicopter

Pola asuh ini cenderung mengatur setiap aspek dalam kehidupan anak dan selalu ingin mengontrolnya dalam setiap situasi. Dalam pola asuh ini orang tua benar-benar menginginkan hal yang terbaik untuk anak dan tidak ingin kesalahan anak dapat mempengaruhi masa depannya.

Menurut psikolog di Indiana University anak yang memiliki pola asuh ini memungkinkan mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi saat dewasa, takut gagal, dan kurang percaya diri.

Pola Asuh Permissive

Merupakan pola asuh di mana orang tua tidak mengatur batasan dan tidak memiliki aturan yang pasti untuk diterapkan pada anak. Pola asuh ini membebaskan dan membiarkan anak-anak membuat banyak keputusan sendiri. Namun, menurut penelitian pada tahun 2016 mengatakan bahwa anak-anak yang memiliki pola asuh permissive akan mengalami stres lebih banyak dan kurang sehat secara mental daripada anak-anak dengan pola asuh lain.

Baca Juga:

Pola Asuh Uninvolved/Neglectful

Yaitu pola asuh yang mana orang tua tidak memiliki banyak waktu dan bahkan cenderung bersifat acuh pada anak. Biasanya pola asuh ini diterapkan pada orang tua tunggal yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak. Akibatnya, orang tua tak banyak mengetahui kehidupan anak secara emosional atau fisik dan tak mengetahui apa yang disukai anak.

Pola Asuh Parenting Narsistik (Narcissistic Parenting)

Merupakan pola asuh dengan ciri-ciri anak diharuskan mencapai semua impian dan cita-cita yang tak dapat dicapai oleh orang tua. Seringkali hal ini justru akan menyebabkan anak menjadi malas belajar atau merasa hidupnya tak penting. Orang tua dengan pola asuh ini biasanya narsis dan sangat memuja anaknya secara berlebihan, selain itu anak anak jadi kurang leluasa untuk mengeksplorasi minat dan potensi mereka.

Pola Asuh Demokratis

Merupakan pola asuh yang paling baik dan dapat diterapkan pada anak usia berapa saja. Baik masih balita sampai anak yang sudah dewasa dan sulit untuk diajak kompromi apalagi menuruti aturan yang diberikan orang tua. Pola asuh jenis demokratis memberikan kesempatan pada para orang tua terbiasa menempatkan dirinya pada anak bagaikan seorang teman. Anak pun bebas mengungkapkan pendapatnya.

Pada pola asuh ini, orang tua bisa mendengarkan keluhan anaknya dan memberikan masukan. Orang tua juga bersikap friendly sehingga anak menjadi sangat terbuka pada orang tuanya. Anak pun tak membantah orang tuanya namun tetap menjaga sikap mereka dan menghargai.

Slow Parenting

Slow parenting merupakan parenting yang menyesuaikan dengan keadaan. Dalam pola asuh ini biasanya orang tua berusaha untuk tidak terlibat sebanyak mungkin dalam kehidupan anak dan memastikan bahwa ada cukup waktu untuk dihabiskan bersama keluarga. Orang tua juga membatasi anak untuk menggunakan peralatan elektronik dan menggantinya dengan mainan atau buku yang mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak.

Parenting menyesuaikan dengan keadaan (Slow parenting)

Slow parenting yaitu orang tua berusaha tidak terlibat sebanyak mungkin dalam kehidupan anak dan memastikan bahwa ada cukup waktu untuk dihabiskan bersama keluarga. Pada pola asuh ini cukup banyak orang tua yang menerapkannya. Mengingat banyak orang yang berlomba mendidik anaknya tak hanya menjadi pintar tapi juga kreatif, berimajinasi, dan lainnya.

Pola Asuh Lumba-Lumba (Dolphin Parenting)

Jenis pola asuh lain adalah parenting lumba-lumba yaitu orang tua menghindari perencanaan kegiatan yang berlebihan pada anak. menahan diri agar tak terlalu khawatir atau overprotektif dan tidak memperhitungkan apa cita-cita dan tujuan anak.

Parenting Hipnosis (Hypnoparenting)

Pola asuh ini, orang tua memberikan sugesti positif pada anaknya yang berkaitan dengan perkembangan dan pendidikan anak namun juga berlaku sebaliknya, orang tua dapat mempengaruhi pikiran negatif pada anak dan menyebabkan anak memiliki pikiran yang sama.

Itulah beberapa tipe pola asuh anak yang bisa jadi wawasan tambahan Anda. Berbagai pola asuh memang tak ada yang salah atau benar. Pada dasarnya orang tua akan selalu menginginkan yang terbaik untuk anak. Selain menerapkan pola asuh yang baik, orang tua juga harus memberika fasilitas terbaik untuk mereka.

Baca Juga:

 

Salah satunya menunjang kesehatan mereka dengan memberikan suasana tidur yang nyaman dan aman. Suasana tidur yang nyaman akan membuat kesehatan mental dan fisiknya juga terjaga. Untuk memberikan kenyamanan kamar tidurnya, Anda dapat memberikan bedcover atau sprei Sleep Buddy yang memiliki kualitas terbaik dan premium. Sleep Buddy juga menyediakan berbagai motif dan warna sesuai keinginan anak-anak. Yuk cek koleksi lengkapnya di Shopee, Tokopedia, dan Blibli.

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Sofi, I love writing about lifestyle, entertainment, and healthy life.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *