Benarkah Tidur Dengan Kipas Angin Menyala Berbahaya?

Benarkah Tidur Dengan Kipas Angin Menyala Berbahaya?

Setiap orang, atau mungkin Anda, pasti memiliki rutinitas sebelum tidur yang wajib untuk dilakukan untuk membuat suasana kamar lebih nyaman. Misalnya menyalakan aromaterapi, humidifier, menggunakan lampu tidur, hingga mendinginkan ruangan dengan AC atau kipas angin. Udara yang menenangkan dari kipas angin akan mendinginkan tubuh Anda, tetapi banyak yang percaya jika tidur dengan kipas angin menyala akan berdampak buruk untuk kesehatan.

Beberapa kalangan masyarakat Indonesia mengatakan bahwa angin sejuk dan dengungan rendah dari kipas membantunya cepat tertidur. Namun, bagi sebagian orang juga percaya jika menyalakan kipas angin saat tidur dapat menyebabkan paru-paru basah. Benarkah demikian?

Apakah tidur dengan kipas angin menyala akan membahayakan kesehatan tubuh? Atau sebenarnya ada manfaat tersembunyi di baliknya? Yuk, mari cari tahu bersama jawabannya dengan membaca artikel berikut ini.

Efek Samping Tidur Dengan Kipas Angin Menyala

Kebanyakan orang suka dan akan menikmati sensasi dingin dari angin sepoi-sepoi kipas angin. Apalagi ketika Anda habis beraktivitas dari tempat yang panas dan ingin mendinginkan tubuh sambil bersantai atau rebahan.

Tetapi, terlalu banyak angin dalam suatu ruangan akan membuat udara di dalamnya cenderung kering. Dan ketika Anda tidur, udara kering ini dapat mempengaruhi sistem pernapasan Anda sehingga dapat menyebabkan gangguan tidur. Misalnya obstructive sleep apnea yang memicu mendengkur atau ngiler saat tidur.

Bahkan paling parahnya, tidur dengan kipas angin menyala dapat memperburuk gejala alergi Anda sehingga membuat Anda tidak bisa tidur dengan nyaman sepanjang malam. Nah, di bawah ini ada beberapa efek samping yang mungkin Anda rasakan ketika tidur dengan kipas angin menyala.

1. Memicu atau Memperparah Gejala Alergi

Ketika menyala, kipas angin akan mengedarkan angin dingin yang juga besar kemungkinan membawa debu, tungau debu, dan alergen lainnya di dalam ruangan. Jika demikian, Anda akan menghirup alergen yang dapat memicu reaksi alergi seperti bersin berlebihan, pilek, mata berair, tenggorokan gatal, dan sesak napas saat malam hari. Jika tubuh Anda rentan terhadap asma, alergi, dan demam, alergen dalam ruangan ini dapat memperburuk gejala Anda.

Baca Juga:

 

2. Tersumbatnya Saluran Pernapasan

efek samping kipas menyala saat tidur adalah Tersumbatnya Saluran Pernapasan

Membiarkan tubuh tidur dengan kipas angin menyala semalaman berisiko mengeringkan mulut, hidung dan tenggorokan Anda. Saluran pernapasan yang terlalu kering dapat memicu produksi lendir dalam hidung secara berlebihan, menyebabkan alergi sinusitis, sakit kepala saat bangun tidur, dan hidung tersumbat.

Pada dasarnya Anda dapat meringankan keluhan tersebut dengan rutin minum air putih. Tetapi jika Anda harus bangun untuk minum di tengah malam berulang kali dapat mengganggu kualitas tidur Anda sehingga memicu kurang tidur.

3. Mengeringkan Mata dan Kulit

Jika Anda memiliki kebiasaan tidur aneh yaitu tidur dengan mata terbuka, udara dari kipas angin dapat membuat mata Anda kering. Selain itu, hembusan udara yang konstan dalam waktu lama juga dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.

Namun, Anda bisa mencegahnya dengan rutin menggunakan moisturizer atau pelembab kulit sebelum waktu tidur sehingga kulit Anda tetap sehat saat bangun di pagi hari.

4. Dapat Memperparah Nyeri Otot

Jika Anda memiliki riwayat nyeri otot, tidur dengan kipas angin menyala dapat memperburuk kondisi Anda. Sebab, sirkulasi udara dingin yang mengalir di dekat Anda dapat menyebabkan kontraksi otot secara berlebihan, misalnya kram saat tidur.

Anda bisa mengurangi risiko mengalami nyeri otot saat malam hari dengan mengarahkan kipas angin ke satu sudut kamar agar udara kipas angin tidak langsung bertiup ke arah Anda.

Bukan berarti tidur dengan AC menyala di malam hari adalah solusinya karena AC juga dapat menyebabkan masalah yang sama. Sebagai langkah pencegahan dari bangun tidur dengan rasa sakit pada otot, sebaiknya Anda atur suhu kamar antara 15 sampai 19 derajat Celcius.

Manfaat Tidur Dengan Kipas Angin Menyala

Eits, bukan berarti tidak ada sama sekali manfaat tidur dengan kipas angin menyala, lho. Sebab, hembusan angin dari kipas angin mungkin juga menawarkan beberapa manfaat, seperti:

Baca Juga:

 

1. Menjaga Kenyamanan Saat Tidur

manfaat tidur dengan kipas angin adalah Menjaga Kenyamanan Saat Tidur

Jika Anda tertidur di suhu ruangan yang panas, maka cenderung akan berkeringat saat tidur dan terbangun di tengah malam. Suhu tubuh yang terlalu panas membuat Anda menjadi susah tidur dan dapat menyebabkan kantuk di siang hari. Tak jarang juga dapat memicu gangguan tidur narkolepsi dan mempengaruhi produktivitas secara keseluruhan.

Tidur dengan kipas angin menyala mencegah tubuh Anda kepanasan hingga tidak sampai mengalami hipertermia. Bahkan jika Anda berkeringat di malam hari, angin sepoi-sepoi dari kipas dapat mengeringkan kelembapan berlebih sehingga membuat tubuh Anda tetap sejuk dan nyaman saat Anda tidur.

2. Mendukung Kelancaran Sirkulasi Udara

Kebanyakan orang sering lebih suka menutup jendela atau pintunya karena tidak ingin membiarkan debu, tungau, dan alergen lain masuk ke dalam ruangan. Tapi, jika terus membiarkan pintu atau jendela tertutup, kamar Anda akan terasa pengap dan bau karena tidak ada aliran udara.

Nah, kipas angin dapat membantu ruangan Anda tetap mendapatkan sirkulasi udara terbaik. Sirkulasi udara yang konstan sepanjang malam membantu Anda untuk memastikan suasana kamar tidur yang berangin dan nyaman walau pintu dan jendela tertutup. Atau bahkan kamar tidur Anda tidak memiliki jendela, sirkulasi udara dalam ruangan tetap terjaga bila Anda menggunakan kipas angin.

3. Sebagai White Noise

Banyak orang memilih menyalakan kipas angin saat tidur hanya karena suara kipas yang menenangkan. Suara lembut dari baling-baling kipas yang berputar mirip dengan suara white noise yang dapat membantu Anda tertidur nyenyak.

Dalam satu studi yang melibatkan 40 bayi baru lahir, peneliti menemukan bahwa 80 persen bayi akan tertidur dalam waktu 5 menit setelah terpapar white noise.

4. Membantu Mencegah Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Sesuai namanya, SIDS adalah sindrom kematian mendadak yang terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Sekitar 2500 bayi meninggal karena SIDS setiap tahun di Amerika Serikat yang menjadikan SIDS sebagai penyebab ketiga kematian bayi yang pernah ada.

Suhu tinggi dan peningkatan kadar karbondioksida di dalam ruangan ternyata meningkatkan risiko SIDS. Untungnya, menurut beberapa penelitian, menyalakan kipas angin dapat membantu mencegah SIDS. Lancarnya sirkulasi udara menurunkan suhu ruangan dan menurunkan konsentrasi karbondioksida dalam ruangan sehingga kipas angin cukup ampuh mencegah terjadinya SIDS.

Tips Tidur Nyaman dan Sejuk Tanpa Kipas Angin

Tips Tidur Nyaman dan Sejuk Tanpa Kipas Angin

Anda mungkin akan memilih untuk tidak tidur dengan kipas angin karena udara kering menyebabkan Anda merasa tidak nyaman atau mengganggu tidur Anda. Tak perlu khawatir karena ada langkah-langkah alternatif agar Anda bisa tetap tertidur pulas dengan suhu kamar sejuk tanpa kipas angin. Berikut ini beberapa tipsnya.

1. Pasang Tirai Berwarna Terang

Tirai atau gorden pada kamar tidur berfungsi untuk menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam kamar sehingga menjaga kamar Anda tetap sejuk. Untuk sensasi dingin dalam kamar, gunakan gorden berwarna lebih terang karena warna cerah dapat memantulkan panas. Nuansa yang lebih gelap cenderung menyerap dan memerangkap panas.

Hal ini juga berlaku pada penggunaan cat kamar atau wallpaper dinding kamar. Pilihlah warna cat kamar yang bikin adem, misalnya warna hijau, krem, biru, pink, putih, kuning, dan abu-abu.

2. Mandi Sebelum Tidur

Logikanya, mandi air hangat sebelum tidur menyebabkan suhu tubuh Anda naik. Namun, begitu Anda keluar dari kamar mandi, tubuh Anda akan menjadi lebih dingin secara alami.

Proses pendinginan suhu tubuh ini membuat Anda tetap nyaman dan membuat Anda tertidur lebih cepat. Imbangi pula dengan mengenakan pakaian longgar dengan tujuan memberikan ruang bagi otot-otot Anda untuk rileks saat Anda tidur.

Di samping itu, pastikan pula Anda menggunakan pakaian dengan bahan kain yang dapat bernapas sehingga pakaian Anda tidak memerangkap panas tubuh Anda saat tidur.

3. Menggunakan Perlengkapan Tidur Berbahan Dingin

Tentu saja untuk mendukung kualitas tidur Anda, pertimbangkan untuk menggunakan perlengkapan tidur berkualitas yang bikin tubuh Anda tetap nyaman dan merasa sejuk.

Mulai dari penggunaan jenis kasur, jenis bantal dan guling, hingga pemilihan bahan sprei yang breathable. Misalnya sprei katun, serat bambu, dan sprei tencel yang sangat bagus Anda gunakan di kala suhu ruangan sedang panas-panasnya. Sprei dengan bahan tersebut mencegah kelembapan pada kasur dan tidak memerangkap panas.

Kini Anda tak perlu bingung lagi untuk mencari sprei berkualitas yang cocok untuk suhu kamar panas karena Sleep Buddy punya banyak koleksinya!

Cek segera semua koleksi kami di website resmi atau kunjungi marketplace online Shopee, Lazada, Tokopedia, dan Blibli untuk cek stok beragam tipe dan motif sprei untuk semua kalangan usia dan jenis kelamin. Jangan sampai kehabisan ya!

Baca Juga:

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! You can call me Dania. I'm just an ordinary girl who loves lemon tea, Korean dramas, and writes blogs about beauty, healthy tips, and fashion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.