Inilah 8 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Inilah 8 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Pekerjaan yang menumpuk, tuntutan harus kerja lembur atau bekerja shift malam membuat banyak orang rawan mengalami tekanan mental di tempat kerja. Nahasnya, masih banyak pula orang tidak menyadari bahwa sedang merasakan gangguan psikologis yang termasuk ke dalam ciri-ciri atau tanda stres.

Pada dasarnya, siapapun bisa, akan, dan pernah mengalami stres. Mengutip dari SehatQ, stres adalah bentuk respons normal tubuh dalam menghadapi kondisi tertentu yang membahayakan atau mengancam kesejahteraan tubuh. Hal ini juga sudah dibuktikan secara ilmiah bahwa tubuh manusia memang dirancang untuk mengalami stres.

Respons dari sensasi stres membantu tubuh Anda dapat menyesuaikan diri dengan kondisi asing yang belum pernah Anda alami. Stres akan bersifat positif ketika membuat Anda menjadi lebih waspada, memiliki motivasi diri yang baik, dan dapat menghindari bahaya. Namun, stres akan menjadi masalah ketika situasi atau kondisi yang asing bagi tubuh Anda terus terjadi sehingga Anda mengalami gangguan kesehatan mental.

Dengan memahami diri (self awareness) bahwa sedang merasakan gejala stres, Anda dapat menemukan solusi terbaik dalam mengelola dan meningkatkan kesehatan mental Anda.

Ciri-ciri atau Tanda Stres

Perlu Anda ketahui bahwa gejala dan tanda stres akan berbeda pada setiap orang. Sebab, ada banyak sekali pemicu berbeda yang dapat mengakibatkan perbedaan respons stres pada setiap orang. Menurut berbagai sumber, reaksi stres dapat mempengaruhi fisik, emosional, dan perilaku penderitanya, tergantung dari ketahanan fisik seseorang.

Walaupun begitu, banyak orang tidak selalu mudah untuk menyadari kapan stres akan menjadi alasan Anda merasa atau melakukan hal yang berbeda. Untuk itu, berikut Sleep Buddy rangkum beberapa gejala umum stres yang perlu Anda waspadai.

Tanda Stres Berdasarkan Gejala Emosional

Sejatinya, stres adalah masalah kesehatan mental yang juga pastinya akan terlihat dari sisi emosional atau mental Anda, seperti:

  • Kesulitan berkonsentrasi saat kerja atau kehilangan fokus kerja.
  • Kesusahan dalam membuat dan mengambil keputusan.
  • Merasa kewalahan dan mudah panik.
  • Merasa khawatir dan cemas terus menerus sehingga memicu gangguan kecemasan.
  • Menjadi pelupa dan lebih sibuk dari biasanya.
  • Mudah tersinggung, lebih sensitif atau mudah marah.
  • Memiliki kecenderungan meremehkan diri sendiri (self deprecation) melukai diri sendiri (self destructive).
  • Depresi yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara mendadak (mood swing), sedih, murung, tidak peduli, suka putus harapan, dan penurunan self worth selama 2 minggu atau lebih.

 

Baca Juga:

 

Tanda Stres Berdasarkan Gejala Fisik

Tanda Stres Berdasarkan Gejala FisikBerdasarkan tanda-tanda stres berdasarkan gejala emosional di atas, hal tersebut berhubungan pula dengan terganggunya kesehatan fisik. Ketika stres, Anda mungkin mengalami beberapa gangguan kesehatan berikut ini.

1. Sering Sakit Kepala

Berdasarkan penelitian kesehatan, stres dapat terjadi karena tubuh Anda mengalami kondisi fight-or-flight atau dalam bahasa Indonesia kondisi melawan atau lari. Kondisi tersebut terpengaruh oleh pelepasan hormon kortisol dan adrenalin berlebih oleh otak. Sehingga Anda akan mudah mengalami sakit kepala atau migrain dan berkemungkinan pula untuk merasakan sakit atau nyeri pada leher dan bahu.

Dalam satu penelitian dari Journal of Behavioral Medicine, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang terlalu memaksakan diri atau tidak segera mengatasi peristiwa yang membuat stres, maka mereka berpeluang lebih tinggi untuk mengalami sakit kepala, bahkan pada saat bangun tidur sekalipun. Sakit kepala akibat stres juga memainkan peran penting dalam kerontokan rambut.

2. Sering Mengalami Gangguan Pencernaan

Selain sakit kepala dan nyeri tubuh, seseorang yang sedang stres akan lebih rentan mengalami beberapa masalah pencernaan. Sebab, ketidakseimbangan kerja otak dapat mengganggu pergerakan kerja organ perut, khususnya usus dan lambung.

Stres dapat mengganggu kehidupan organisme baik di dalam usus sehingga memicu masalah pencernaan. Mulai dari nyeri perut, mulas, kembung, diare, sembelit, dan/atau maag (GERD).

Apabila Anda atau anak Anda sering mengalami stres sejak kecil, maka dapat mempengaruhi cara sistem saraf dan tubuh bereaksi terhadap stres untuk jangka waktu panjang. Itulah mengapa anak yang memiliki gangguan mental seperti stres berlebih akan berisiko mengidap gangguan pencernaan di kemudian hari.

3. Mudah Berjerawat

Tanda stres tidak hanya Anda rasakan pada organ dalam tubuh, melainkan juga akan terlihat pada munculnya masalah kulit, yaitu jerawat.

Stres membuat seseorang lebih sering menyentuh wajah yang mana sangat rentan terhadap penyebaran bakteri. Hal ini akan semakin parah jika Anda memiliki pori-pori besar dan mudah tersumbat oleh produksi sebum kulit wajah dan keringat yang berlebihan.

Dengan begitu, stres mendukung timbulnya jerawat di area tertentu pada wajah, khususnya area dahi hingga hidung yang juga dikenal dengan istilah T-Zone. Selain sebagai area kulit wajah yang mudah berminyak, T-Zone terhubung langsung dengan kesehatan organ otak.

Baca Juga:

 

Sehingga ketika Anda stres dan ditambah tidak rutin melakukan skincare sebelum tidur atau menggunakan skincare yang tidak cocok dengan jenis kulit, maka mudah bagi kulit wajah Anda mengalami jerawat atau memperparah jerawat yang sudah ada. Jika Anda juga tidak mengimbangi dengan menjaga kebersihan diri, maka akan menimbulkan jerawat jamur atau fungal acne dan jerawat punggung. Bahkan beberapa kasus stres menemukan adanya peningkatan risiko terkena penyakit kulit, seperti eksim, psoriasis, dan rosacea.

Tanda Stres Berdasarkan Gejala Perubahan Perilaku

Stres juga akan mudah terlihat ketika Anda mengalami beberapa permasalahan berikut ini.

1. Sering Mengeluh Sakit, Padahal Tidak Mengidap Penyakit Tertentu

Saat Anda merasa stres atau banyak pikiran, mungkin Anda juga akan merasa bahwa fisik Anda ikut sakit. Contohnya, Anda mengeluh sakit leher, sakit dada, sesak napas baik saat berbaring atau sesak napas sebelum tidur, kelelahan ekstrem, dan pusing.

Namun, saat memeriksakan diri ke dokter, dokter tidak menemukan gangguan kesehatan apapun secara fisik. Kondisi ini terjadi pada seseorang yang mengidap penyakit psikologis somatoform dan psikosomatis. Keduanya terpengaruh oleh keadaan psikis seseorang yang tertekan secara emosional sehingga memicu tubuh Anda melepaskan hormon adrenalin atau epinefrin dan kortisol.

2. Perubahan Pola Makan

Walaupun tidak 100% hanya mengacu sebagai ciri-ciri atau tanda stres, kebiasaan makan yang berubah juga menjadi indikator umum seseorang mengalami stres. Ketika Anda sangat sibuk, maka Anda akan merasa tidak nafsu makan atau malah ingin makan terus, di samping juga bersikap antisosial pada lingkungan sekitar.

Akibatnya, Anda dan beberapa penderita stres akan mengalami peningkatan atau penurunan berat badan secara drastis. Tak jarang Anda juga akan mengidap gangguan makan, seperti binge eating disorder.

3. Memiliki Gangguan Tidur

Selama masa stres, Anda mungkin mengalami kesulitan tidur atau insomnia yang termasuk ke dalam gangguan tidur. Studi menunjukkan bahwa beberapa faktor dapat mempengaruhi dampak stres pada tidur. Mulai dari faktor genetik, sejarah keluarga, jenis kelamin (wanita lebih rentan mengalaminya), dan faktor tekanan lingkungan.

Selain insomnia, Anda mungkin juga akan mengalami gangguan tidur lainnya. Contohnya, mudah mimpi buruk seperti night terror, sering mengigau, hypnic jerk, mudah ngantuk atau narkolepsi, sleep paralysis dan sleepwalking yang memicu parasomnia, REM sleep behavior disorder, tidur terlalu lama atau hipersomnia, dan kurang tidur seperti non-24 hour sleep wake disorder.

Ketika Anda mengalami gangguan tidur di atas, Anda juga akan mengalami permasalahan kondisi kesehatan tertentu. Misalnya muka jadi bengkak, muncul mata panda dan kantung mata, kulit kusam dan kulit kering, hingga muncul tanda penuaan dini seperti kerutan di bawah mata, keriput di dahi, dan flek hitam.

Tips Mengatasi Munculnya Tanda Stres

Tips Mengatasi Munculnya Tanda StresCara terbaik untuk menghindari atau mengurangi tanda stres adalah dengan menghilangkan faktor penyebab stres agar tidak mengalami gangguan psikologis tertentu dengan cara-cara berikut.

 

Jadi, apakah Anda mengalami salah satu tanda stres di atas? Perlu Anda pahami bahwa mengalami stres adalah hal normal dan manusiawi. Anda hanya perlu berusaha mengelola stres dengan cara melakukan hal yang Anda suka.

Lakukan aktivitas yang dapat memotivasi diri seperti berbicara hal baik pada diri sendiri (positive self talk). Yakinlah bahwa Anda bisa berhasil (self efficacy) melalui segala kesulitan dalam hidup dengan tujuan menjaga martabat diri (self esteem). Dengan begitu, Anda lebih mampu merawat diri (self care), mencintai diri apa adanya (self love), dan mengontrol diri (self control) agar hidup lebih bahagia.

Baca Juga:

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! You can call me Dania. I'm just an ordinary girl who loves lemon tea, Korean dramas, and writes blogs about beauty, healthy tips, and fashion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.