Pentingnya Self Efficacy Dalam Meyakini Keberhasilan Diri Sendiri

Pentingnya Self Efficacy Dalam Meyakini Keberhasilan Diri Sendiri

Anda dan orang lain di luar sana pasti memiliki tujuan-tujuan hidup yang ingin dicapai. Misalnya ingin tetap sehat secara fisik dan mental, selalu fokus kerja, mendapatkan work-life balance, dan lain-lain. Dalam mencapai tujuan tersebut, kerap kali Anda akan dihadapkan dengan tantangan dan rintangan yang tak selalu mudah untuk dilewati. Meskipun begitu, setiap orang akan memiliki self efficacy atau keyakinan diri bahwa dirinya mampu untuk berhasil menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Self efficacy bukanlah citra diri (self image), bentuk kebermaknaan diri (self worth), atau bentuk sikap lainnya. Sikap ini sering kali bermakna sama dengan kepercayaan diri, harga diri (self esteem), memahami diri apa adanya (self awareness), atau sikap optimisme. Dengan selalu yakin kepada kemampuan diri sendiri, Anda akan optimis dan memahami seberapa kuat diri Anda dalam menyikapi dan menyelesaikan pekerjaan tertentu.

Setiap orang akan memiliki keyakinan diri terlepas dari seperti apa masa lalunya dan lingkungan yang mempengaruhi psikologinya. Semakin baik self efficacy Anda, maka semakin positif hidup Anda dan berisiko kecil terdampak gangguan kesehatan mental.

Melalui artikel ini, Anda akan menyelami lebih dalam seputar self efficacy atau sikap dalam meyakini diri bahwa Anda bisa berhasil mencapai tujuan. Sehingga Anda mampu mengendalikan diri sendiri (self control) dan bebas menentukan jalan terbaik untuk  hidup Anda (self empowerment).

Definisi Self Efficacy

arti meyakini kemampuan diri sendiri

Konsep sikap diri self efficacy pertama kali dipopulerkan oleh seorang psikolog bernama Albert Bandura melalui papernya yang berjudul “Self-Efficacy: Toward a Unifying Theory of Behavioral Change”. Menurutnya, self efficacy adalah bentuk keyakinan pada kemampuan diri sendiri atau orang lain untuk berhasil mengatur dan melaksanakan tindakan dalam situasi tertentu untuk mencapai tujuan.

Baca Juga:

 

Bandura menggambarkan sikap keyakinan diri ini sebagai penentu bagaimana Anda berpikir, berperilaku, dan merasakan suatu hal dan situasi. Selain itu, Bandura juga menjelaskan bahwa keyakinan diri dapat berdampak pada segala hal, mulai dari keadaan psikologis, perilaku, hingga motivasi diri. Self efficacy dapat menentukan tujuan apa yang ingin Anda capai, bagaimana cara Anda mencapai tujuan tersebut, dan bagaimana Anda merenungkan kemampuan selama ini.

Bandura dan peneliti lain juga menemukan bahwa keyakinan diri tiap orang berperan penting dalam bagaimana Anda mencapai tujuan, tugas, dan tantangan dalam hidup. Mereka menggolongkan ciri seseorang yang memiliki keyakinan diri tinggi seperti:

  • Ingin terus mengembangkan minat dan kemampuan diri secara lebih dalam.
  • Memiliki bentuk komitmen diri yang lebih kuat terhadap minat dan aktivitas tertentu.
  • Berusaha untuk cepat pulih dan termotivasi kembali setelah mengalami kegagalan dan kekecewaan. Sikap ini juga menggambarkan bentuk mencintai diri sendiri (self love) dan merawat diri (self care).
  • Melihat suatu masalah yang menantang sebagai suatu tugas yang harus ia kuasai

 

Sedangkan ciri seseorang yang memiliki keyakinan diri rendah adalah kebalikannya, misalnya:

  • Berusaha menghindar dari tugas yang menantang, yang paling parah adalah kabur dari tanggung jawab.
  • Menanamkan keyakinan diri bahwa tugas dan situasi yang sulit tidak bisa ia lakukan karena berada di luar kemampuannya.
  • Tidak mau bangkit dari rasa penyesalan akibat kegagalan yang dapat menyebabkan seseorang bertindak gegabah seperti berusaha melukai diri sendiri (self destructive).
  • Cepat kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan diri sehingga meremehkan diri sendiri (self deprecation).

 

Cara Mengembangkan Self Efficacy

Cara Mengembangkan Self Efficacy

Albert Bandura (1977) menyatakan bahwa setiap individu  dapat mengembangkan keyakinan diri berkat empat faktor penting. Adapun keempat faktor tersebut adalah sebagai berikut.

Baca Juga:

 

1. Mastery Experiences (Pengalaman Penguasaan)

Faktor yang paling berpengaruh dalam mengembangkan keyakinan diri adalah berdasarkan hasil dari kinerja sebelumnya atau pengalaman penguasaan. Pengalaman penguasaan atau mastery experiences mengacu pada pengalaman yang Anda dapatkan ketika Anda mengerjakan suatu tugas baru dan berhasil melakukannya. Alhasil, kepercayaan diri akan muncul dan memotivasi diri untuk mengambil tantangan-tantangan selanjutnya.

2. Vicarious Experience (Pengalaman Orang Lain)

Faktor penting kedua dari terbentuknya self efficacy adalah melalui pengalaman orang lain. Bandura (1977) berpendapat bahwa dengan melihat orang-orang di sekitar Anda berhasil melakukan suatu hal dan mencapai tujuannya dapat meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda juga memiliki kemampuan untuk berhasil.

Dengan kata lain, pengalaman perwakilan atau vicarious experience melibatkan aktivitas mengamati orang lain  yang berhasil menyelesaikan tugas. Ketika Anda memiliki panutan positif dalam hidup Anda, terlebih jika orang-orang di sekitar Anda memiliki tingkat keyakinan diri yang tinggi, Anda juga akan lebih mudah termotivasi untuk berusaha mencapai tujuan untuk hidup lebih positif.

3. Social Persuasion (Persuasi Sosial)

Menerima kata-kata atau ucapan feedback yang positif ketika Anda sedang melakukan tugas yang kompleks membuat Anda termotivasi bahwa Anda memiliki keterampilan dan kemampuan untuk berhasil. Self efficacy dipengaruhi oleh dorongan dan keputusasaan yang berkaitan dengan kinerja atau kemampuan Anda untuk melakukan suatu tugas. Persuasi sosial secara verbal berpengaruh pada individu dari usia berapa pun, semakin cepat diberikan, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk membangun keyakinan diri yang lebih baik.

4. Emotional dan Physiological States (Keadaan emosional dan fisik)

Kondisi emosional, fisik, dan psikologis Anda yang baik dapat mempengaruhi bagaimana perasaan Anda terhadap kemampuan diri dalam menghadapi situasi tertentu. Bandura menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki keyakinan yang tinggi cenderung melihat keadaan yang penuh semangat sebagai faktor pemberi energi.

Sedangkan orang-orang yang meragukan dirinya sendiri akan menganggap bentuk semangat diri sebagai penghambat. Oleh karena itu, dengan belajar bagaimana mengelola gangguan kecemasan dan meningkatkan suasana hati ketika mengalami situasi yang menantang, Anda dapat meningkatkan keyakinan diri sendiri.

Manfaat Memahami Pentingnya Self Efficacy

manfaat meyakini kemampuan diri sendiri

Umumnya, sikap keyakinan diri yang tinggi memiliki manfaat  bagus untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya terhindari dari masalah kesehatan mental seperti stres dan depresi, meningkatkan pola hidup sehat, peningkatan performa Anda sebagai pekerja, hingga prestasi pendidikan.

Khususnya pada peningkatan pola hidup sehat, sikap yakin dengan kemampuan diri sendiri dapat membantu hidup Anda lebih sehat. Anda akan termotivasi dan berusaha menerapkan kebiasaan sehat ketika Anda percaya diri dalam melakukan suatu hal atau berada dalam situasi tertentu.

Contohnya, memiliki tingkat self efficacy yang lebih tinggi dapat membantu Anda termotivasi berolahraga secara rutin. Baik itu olahraga saat pagi hari atau olahraga malam sebelum tidur. Tentu saja kebiasaan ini sangat positif untuk kesehatan tubuh dan pikiran Anda.

Self efficacy juga merupakan faktor yang membantu orang termotivasi untuk melakukan gaya hidup sehat lainnya. Mulai dari mencoba menjaga pola makan sehat dengan menerapkan teknik diet tertentu, mencoba berhenti merokok, atau berusaha memperbaiki kualitas tidurnya.

Misalnya dengan berkomitmen untuk menghindari makan sebelum tidur, mengatur waktu tidur sesuai kebutuhan tidur tiap usia, hingga berusaha memaksimalkan suasana tidur senyaman mungkin. Bagaimana pun cara Anda dalam mengupayakan peningkatan keyakinan diri yang terbaik, psikolog kesehatan percaya bahwa self-efficacy sangat efektif membantu Anda menjadi orang dengan gaya hidup sehat.

Baca Juga:

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! You can call me Dania. I'm just an ordinary girl who loves lemon tea, Korean dramas, and writes blogs about beauty, healthy tips, and fashion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *