Pola Asuh Authoritative untuk Mendidik Anak Menjadi Mandiri dan Disiplin

Pola Asuh Authoritative untuk Mendidik Anak Menjadi Mandiri dan Disiplin

Setiap orangtua pastinya memiliki tipe pola asuh sendiri-sendiri dalam mendidik buah hati. Namun, authoritative parenting atau pola asuh otoritatif menjadi salah satu pola asuh tepat yang baik untuk Anda terapkan pada anak.

Dengan pola asuh otoritatif ini, orangtua akan membimbing anak menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain, memiliki mental berani, serta disiplin. Sebab melalui pola asuh ini, orangtua dapat membentuk karakter dan sikap anak dengan cara menerapkan aturan namun tetap memberikan ruang kebebasan dan mengajak berdiskusi.

Lantas, bagaimana cara menerapkan pola asuh otoritatif yang benar?

Apa Itu Authoritative Parenting?

Pola asuh otoritatif atau authoritative parenting adalah tipe pola asuh di mana orangtua akan mendukung, mendidik, sekaligus responsif terhadap anak, namun memberikan batasan tertentu. Artinya, orangtua akan membentuk sikap anak menjadi sosok yang mandiri dan bebas, namun tetap berada dalam pengawasan.

Ini merupakan salah satu pola asuh yang demokratis, sehingga sangat efektif untuk mendidik anak. Orangtua yang menerapkan pola asuh ini biasanya cenderung menjadi pendengar yang baik, mengajak anak berdiskusi untuk mengambil keputusan bersama, dan memberikan pengertian apabila pendapat atau permintaan anak tidak dapat diterima.

Pola asuh ini akan mendorong anak menjadi pribadi yang memiliki mental berani dalam membuat keputusan dan mengutarakan pendapat, bertanggung jawab dalam sengaja tindakan yang ia ambil, serta mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Secara gamblang, pola asuh ini merupakan kebalikan dari overpotective parenting dan helicopter parenting, yang cenderung mengekang dan terlalu mencampuri urusan anak. Kedua tipe pola asuh tersebut tidak memberikan kebebasan pada anak, sehingga anak pun tumbuh sebagai pribadi yang cenderung sulit mandiri.

Sebaliknya, pola asuh otoritatif cenderung hampir mirip dengan kombinasi slow parenting dan organic parenting. Sebab, gaya parenting ini mengombinasikan kebebasan yang orangtua berikan pada anak untuk berkembang dengan mempelajari lingkungan sekitarnya. Namun orangtua juga masih memberikan batasan yang jelas.

Sebagai contoh sederhana, orangtua membiarkan anak bermain dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya bersama teman-temannya. Akan tetapi orangtua masih memberikan aturan tentang jam tidur serta waktu belajar yang harus anak patuhi.

Apabila anak mengalami masalah, orangtua juga akan berperan aktif untuk mencari tahu penyebabnya serta memberikan solusi. Caranya adalah dengan mengajak anak berdiskusi dan memberikan contoh tentang bagaimana seharusnya mereka menyikapi masalah yang terjadi.

Baca Juga :

 

Cara Menerapkan Authoritative Parenting yang Efektif

cara menerapkan authoritative parenting

Untuk menerapkan pola asuh ini, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

  • Terbuka terhadap anak. Dengan demikian, anak pun akan ikut terbuka terhadap Anda. Jangan segan berbagi cerita atau curhat pada anak, supaya si kecil juga memberikan timbal balik serupa. Dengan demikian, anak pun akan terbiasa mengatakan segala masalah yang mereka hadapi kepada Anda.
  • Jadilah pendengar yang baik untuk anak. Terkadang, anak akan mengalami hari yang berat di sekolahnya. Entah itu karena pelajaran, maupun sikap teman sebaya. Apabila anak berkeluh kesah, cobalah untuk mendengarkan dengan saksama dan membantu memberikan solusi.
  • Tunjukkan bahwa Anda mengerti benar bagaimana emosi yang sedang anak rasakan. Namun, ajarkan mereka untuk mengambil keputusan bijak dalam segala situasi dengan berpikir dingin. Melalui cara ini, anak akan terbiasa untuk mengambil keputusan terbaik berdasarkan pemikiran yang matang.
  • Saat anak melakukan kesalahan atau melanggar aturan, jangan langsung menghukumnya. Anda bisa menerapkan cara menghukum anak dengan benar, yakni menggunakan metode timeout. Ini adalah metode di mana Anda akan mengajak anak untuk berdiskusi dan introspeksi terhadap kesalahannya.
  • Apabila anak mulai menunjukkan perilaku yang berbeda, maka cobalah untuk memahaminya. Misalnya saat ia mengalami tantrum, menunjukkan perilaku antisosial, keras kepala, tampak murung dan introvert, gangguan mood, atau kehilangan motivasi. Tunjukkan bahwa Anda selalu ada untuk mereka.
  • Berikan pujian pada anak apabila mereka mampu mengatasi suatu masalah atau mendapatkan prestasi. Anda bisa memberikan hadiah atau kado berupa hal yang mereka inginkan. Akan tetapi, ingat untuk tidak berlebihan dalam menyanjung anak, atau anak justru tumbuh menjadi pribadi yang besar kepala.
  • Jangan terlalu mengekang si kecil. Biarkan mereka berkembang dan melakukan hal-hal yang disukai, selama hal tersebut bersifat positif. Tugas Anda adalah membimbing dan mendukungnya dalam proses tersebut.
  • Ajarkan anak untuk disiplin sejak dini. Misalnya tidur dan bangun pagi sesuai jadwal, menyikat gigi sebelum tidur, serta pulang tepat waktu setelah bermain.
  • Bimbing anak untuk menjadi mandiri mulai dari hal-hal kecil. Misalnya meminta anak tidur sendiri, merapikan perlengkapan tidur setelah menggunakannya (merapikan sprei dan bedcover, selimut, dan bantal), serta menata buku sesuai jadwal pelajaran.

 
Baca Juga :

 

Manfaat Menerapkan Authoritative Parenting

manfaat authoritative parenting

Perlu Anda ketahui bahwa penelitian menunjukkan bahwa authoritative parenting merupakan salah satu pola asuh yang ideal. Sebab, survei menunjukkan bahwa anak yang tumbuh dengan pola asuh ini cenderung lebih minim depresi, serta tidak menunjukkan tanda stres dan gangguan kecemasan berlebihan.

Sehingga pola asuh ini juga membuat anak terhindar dari masalah gangguan kesehatan mental maupun kondisi psikologis. Hal ini karena pola asuh otoritatif menyeimbangkan antara kebebasan dan batasan terhadap anak. Selain mendorong anak untuk disiplin dan mandiri, orangtua juga memberikan kasih sayang sesuai porsinya.

Selain itu, manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dengan menerapkan pola asuh ini untuk anak adalah:

  • Mengajarkan anak menjadi pribadi yang menghargai orang lain
  • Membuat anak memiliki self esteem dan self worth yang tinggi
  • Anak memiliki jiwa pemimpin dan tegas dalam mengambil keputusan
  • Membuat anak melakukan hal-hal yang bersifat positif, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan
  • Anak tidak memiliki kecenderungan emosi negatif (kepribadian neurotik)
  • Mencegah munculnya gangguan kecemasan pada anak sekaligus mengantisipasi masalah mental lainnya
  • Mengajarkan anak untuk lebih mencintai dan menerima diri sendiri apa adanya (self love) dan meningkatkan self awareness
  • Membimbing anak untuk memiliki mental kuat dan berani sejak dini, sehingga tidak mudah merasa insecure dan terus termotivasi

 
Demikian adalah ulasan tentang authoritative parenting beserta manfaat dan cara menerapkannya. Pada dasarnya, ini merupakan salah satu pola asuh terbaik yang bisa Anda terapkan untuk si kecil. Sebab dengan pola asuh yang tepat, anak pun akan tumbuh sebagai pribadi yang luar biasa.

Baca Juga :

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *