Waspada Pengaruh Mimpi Buruk terhadap Kesehatan Mental

Waspada Pengaruh Mimpi Buruk terhadap Kesehatan Mental

Mimpi buruk tentunya merupakan hal wajar yang kerap dialami oleh banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa pengaruh mimpi buruk untuk kesehatan mental yang perlu diwaspadai?

Mayoritas orang biasanya akan menganggap mimpi buruk sebagai bagian dari bunga tidur saja. Bahkan, kebanyakan orang juga akan melupakan mimpi yang mereka alami ketika bangun di pagi hari. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, mimpi buruk bisa sangat mengganggu. Apalagi mimpi buruk berulang yang dapat memengaruhi kondisi psikologis.

Sebab, orang yang mengalami mimpi buruk umumnya akan terbangun karena merasa cemas dan takut. Perasaan tersebut kadang membuat orang merasa takut untuk tidur kembali (somniphobia). Akibatnya, waktu tidur Anda pun akan berkurang sehingga kebutuhan tidur tidak terpenuhi dan mengalami masalah kurang tidur. Jika Anda membiarkannya secara terus-menerus, maka bukan hal yang mustahil apabila ritme sirkadian yang memengaruhi jam biologis tubuh Anda akan turut terganggu.

Bukan cuma itu saja. Pada orang dewasa, apabila mimpi buruk menyebabkan berbagai macam gangguan tidur lain seperti insomnia hingga parasomnia, tanda stres dan depresi, serta frekuensinya semakin rutin, maka Anda perlu waspada. Sebab, bisa jadi mimpi buruk tersebut telah memengaruhi kondisi kesehatan mental tanpa Anda sadari.

Pengaruh Mimpi Buruk terhadap Kesehatan Mental

Penelitian menunjukkan bahwa ketimbang orang dewasa, mimpi buruk lebih sering dialami oleh anak-anak berusia antara 3–6 tahun. Mimpi buruk muncul saat anak sudah memasuki fase tidur bermimpi atau pada fase REM (rapid eye movement).

Meskipun kebanyakan mimpi buruk tidak mengganggu, tetapi mimpi buruk juga berpotensi menyebabkan gangguan mental pada pengidapnya bila terlalu sering terjadi. Berikut adalah pengaruh mimpi buruk terhadap kesehatan mental yang harus Anda waspadai:

1. Stres dan Depresi

Dalam beberapa kasus, mimpi buruk yang Anda alami mungkin tidak terlalu menyeramkan. Namun, jika Anda mengalami mimpi yang terlalu menakutkan, maka hal tersebut bisa menyebabkan Anda terbangun dengan perasaan tertekan. Jika mimpi buruk terjadi setiap malam, maka hal ini bisa membuat Anda berusaha untuk menghindari tidur, sehingga akhirnya pengidap akan mengalami susah tidur atau insomnia.

Baca Juga :

 

2. Memicu Gangguan Kecemasan

pengaruh mimpi buruk pada gangguan kecemasan

Mimpi buruk juga bisa menyebabkan gangguan kecemasan atau anxiety disorder pada orang yang mengalaminya. Anda akan merasa ketakutan setiap kali terbangun atau menjelang tidur. Bahkan, dalam beberapa kasus, seseorang juga bisa merasa takut saat mematikan lampu tidur atau ketika malam hari.

3. Menyebabkan Bipolar Disorder dan Skizofrenia

Dalam sejumlah kasus, mimpi buruk juga bisa menyebabkan bipolar disorder atau gangguan bipolar dan skizofrenia. Ini terjadi apabila Anda mengalami mimpi buruk secara berulang, setidaknya beberapa hari secara berturut-turut. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan kimia di otak, sehingga akhirnya menyebabkan terjadinya gangguan mental.

Selain mimpi buruk berulang, umumnya gangguan bipolar dan skizofrenia juga disertai dengan tanda lain seperti gangguan mood, perubahan mood secara ekstrem, ledakan emosi (tantrum), kesulitan mengontrol diri (self control) dan mengembalikan mood, kecenderungan untuk selalu merasakan emosi negatif (neurotik), perilaku antisosial, serta mengalami berbagai macam gangguan tidur lainnya.

Penyebab Mimpi Buruk

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab mimpi buruk. Namun, ada dugaan hal ini terkait dengan faktor genetik, psikologis, kelainan fisik, gangguan dalam proses tumbuh kembang, dan gangguan pada sistem saraf pusat.

Meskipun penyebabnya belum bisa dipastikan, ada beberapa kondisi yang diketahui dapat memicu munculnya mimpi buruk, yaitu:

  • Stres dan cemas. Kemungkinan terjadinya mimpi buruk akan semakin besar apabila Anda mengalami stres dan cemas secara berlebihan.
  • Pernah mengalami kejadian traumatis. Misalnya pernah mengalami kecelakaan, kehilangan orang terdekat,  perundungan, dan pelecehan fisik atau seksual
  • Mengalami gangguan tidur. Misalnya narkolepsi, susah tidur (insomnia), sleep apnea, parasomnia (exploding head syndrome, REM sleep behavior, hingga sleepwalking dan sleep paralysis), serta sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome)
  • Efek samping obat. Contohnya mengonsumsi obat tidur tanpa resep dokter, antidepresan, obat hipertensi, hingga obat parkinson
  • Mengonsumsi makanan berat yang tidak rendah kalori sebelum tidur
  • Kebiasaan sebelum tidur seperti menonton film horor
  • Kondisi kesehatan tertentu. Contohnya akibat kanker dan penyakit jantung
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang

 
Baca Juga :

 

Cara Mengatasi Pengaruh Mimpi Buruk

Ketika Anda mengalami mimpi buruk, mungkin Anda merasa takut dan tidak tahu apa yang harus Anda lakukan. Rasa takut dan panik saat terbangun justru dapat membuat perasaan Anda lebih buruk. Akibatnya, kondisi akan semakin sulit Anda kendalikan dan kemungkinan terganggunya kondisi psikologis akan semakin besar.

Oleh sebab itu, cobalah beberapa tips berikut ini untuk mengatasi mimpi buruk:

1. Menghilangkan Stres Sebelum Tidur

meditasi untuk atasi pengaruh mimpi buruk

Stres merupakan salah satu pemicu terjadinya mimpi buruk. Oleh karena itu, menghilangkan stres sebelum tidur menjadi cara ampuh yang bisa Anda coba untuk mengatasinya. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengelola stres. Misalnya meditasi sebelum tidur, melakukan yoga atau olahraga ringan sebelum tidur, melakukan teknik pernapasan, mendengarkan musik dan mengatur suhu ruangan, melakukan self care, atau meletakkan benda-benda untuk relaksasi yang ampuh usir stres di sekitar Anda.

Selain itu, hindari pikiran negatif sebelum tidur. Caranya, Anda bisa mencoba menghindari hal-hal yang membuat cemas sebelum tidur. Seperti menghindari benda penyebab sulit tidur, menghindari melihat berita kurang menyenangkan selama satu jam sebelum tidur, serta menghindari menonton film atau tayangan horor yang bisa menghantui Anda.

2. Mengatur Pola Tidur

Pola tidur yang teratur dapat mengatasi mimpi buruk. Sebaliknya, pola tidur yang berantakan merupakan salah satu pemicu terjadinya mimpi buruk. Maka dari itu, cobalah untuk mulai mengatur siklus tidur dan pola tidur Anda, serta konsisten menerapkannya.

Tidur dengan pola yang teratur akan membantu otak untuk menyesuaikan jam tidur ideal dan ritme sirkadian bagi tubuh. Sehingga, kebutuhan tidur dapat terpenuhi secara maksimal. Bagi Anda yang kesulitan untuk mengatur pola tidur, cobalah untuk mulai melakukan pola tidur bifasik dan polifasik, serta metode tidur power nap yang efektif membantu Anda memenuhi waktu tidur ideal di tengah kesibukan kerja dan aktivitas.

Baca Juga :

 

3. Upayakan untuk Tidak Lelah Berlebihan

Tuntutan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari memang terkadang membuat kita terlalu memforsir tenaga. Bahkan tak jarang, mayoritas orang tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur secara optimal akibat kerja lembur atau shift malam. Padahal, risiko mimpi buruk akan lebih tinggi jika tubuh dalam kondisi lelah.

Selain itu, terlalu lelah bisa membuat Anda kurang nyaman saat tidur. Badan terasa pegal atau lemas sebelum tidur malah bisa membuat Anda tidak nyaman saat tidur. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak terlalu lelah berlebihan. Apabila Anda mulai merasa kelelahan, maka gunakanlah waktu untuk bersantai dan beristirahat sejenak.

4. Ciptakan Suasana Kamar yang Nyaman

Suasana kamar yang nyaman bisa menjadi kunci agar tidur Anda terhindar dari mimpi buruk. Sebab dengan kamar yang nyaman, maka Anda dapat meningkatkan kualitas tidur secara maksimal. Ada banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk menciptakan suasana kamar yang nyaman.

Misalnya dengan mengubah dekorasi ruang tidur dengan desain kamar yang lebih menarik dan sesuai selera Anda. Cobalah ide desain kamar sesuai kepribadian agar Anda merasa semakin betah di dalam kamar. Selain itu, pilihlah perlengkapan tidur seperti sprei dan bedcover dengan bahan terbaik yang nyaman digunakan.

Sleep Buddy menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan merk sprei dan bedcover terbaik. Untuk mendapatkan produk Sleep Buddy, Anda dapat mengunjungi marketplace favorit seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, atau toko bedcover terdekat.

Demikian adalah ulasan tentang pengaruh mimpi buruk untuk kesehatan mental. Anda bisa meningkatkan kualitas tidur untuk mengatasi kondisi ini. Namun, apabila penyebab mimpi buruk terjadi karena pengalaman traumatis, maka langkah paling bijak adalah dengan menghubungi tenaga ahli agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga :

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *