7 Tips Melatih Anak Tidur di Kamar Sendiri

7 Tips Melatih Anak Tidur di Kamar Sendiri

Biasanya, anak usia sekolah ingin tidur di kamar sendiri. Sebab, mereka membutuhkan ruang pribadi untuk bermain, belajar, dan mengeksplorasi hal-hal baru. Namun, tak jarang ada pula anak yang tidak ingin tidur sendirian. Oleh sebab itu, Anda sebagai orangtua pun harus membiasakan anak tidur di kamar sendiri.

Bukan tanpa alasan. Hal ini karena ada banyak manfaat apabila si kecil terbiasa tidur di kamar sendiri dan terpisah dari orangtua. Salah satunya adalah melatih mental anak agar berani, hingga mengajarkannya untuk mandiri.

Nah, bagi Anda yang masih merasa kesulitan untuk melatih anak tidur di kamar sendiri, simak ulasan berikut ini, yuk!

Kapan Anak Harus Tidur di Kamar Sendiri?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang bisa Anda jadikan pertimbangan untuk memisahkan kamar tidur anak dan orangtua. Salah satu faktor utamanya adalah pertambahan usia buah hati Anda.

Tak jarang ada orangtua yang memutuskan memisahkan kamar tidur sang buah hati sejak bayi. Biasanya, tujuannya adalah untuk mencegah SIDS, yaitu sindrom kematian mendadak pada bayi. Sebagaimana kita ketahui, salah satu penyebab utama SIDS adalah karena bayi yang tertindih saat sedang tidur.

Sementara itu, menurut sebuah studi, usia ideal bagi seorang anak untuk tidur terpisah dari orangtuanya adalah 3 tahun. Namun, apabila Anda merasa bahwa usia tersebut terlalu dini, Anda bisa sesekali mengajaknya tidur bersama.

Kemudian saat si kecil menginjak usia 5 hingga 8 tahun, maka Anda sangat dianjurkan untuk membiasakannya tidur sendirian.

Manfaat Anak Tidur di Kamar Sendirimanfaat anak tidur sendiri

Seperti ulasan sebelumnya, ada berbagai macam manfaat yang bisa si kecil dapatkan apabila ia tidur terpisah dengan orangtua.

Di antaranya adalah dapat melatih mentalnya agar berani, melatih kemandiriannya, sebagai sarana untuk mendisiplinkan anak, mengajarinya untuk bertanggung jawab, serta meningkatkan kualitas tidur anak.

Sebab, sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidur terpisah dari orangtua cenderung mendapatkan tidur yang lebih berkualitas. Hal ini karena adanya perbedaan kebutuhan tidur anak dan orang dewasa.

Biasanya, anak usia 3 hingga 13 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 9-12 jam tiap harinya. Berbeda dengan orang dewasa yang rata-rata butuh waktu tidur ideal selama 7-8 jam.

Maka dari itu, dengan anak yang terbiasa tidur sendiri, maka kebutuhan waktu tidurnya pun akan lebih terpenuhi secara maksimal. Dengan demikian, ia pun akan mendapatkan manfaat tidur untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya secara optimal.

Baca Juga :

 

Tips Melatih Anak Tidur di Kamar Sendiri

Setelah mengetahui berbagai manfaat di atas, maka Anda pun harus mulai melatih anak agar tidur di kamar sendiri. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Ajarkan Secara Perlahan

Melatih anak untuk tidur sendirian di kamarnya tentu tidak bisa Anda lakukan secara instan. Cobalah perlahan-lahan mengajarkannya tidur sendiri sehingga ia tidak kaget.

Sebagai langkah awal, misalnya Anda bisa memisahkan tempat tidur terlebih dahulu meski masih berada di ruangan yang sama. Kemudian mulai ajak ia untuk sesekali tidur di kamar barunya. Misalnya saat anak tidur siang.

Dengan demikian, lama-lama ia pun akan terbiasa dan berani tidur sendiri di kamarnya.

2. Menciptakan Suasana Kamar yang Menyenangkan

menciptakan suasana kamar yang nyaman untuk anak

Salah satu hal paling penting agar anak mau tidur sendiri tentunya adalah dengan menciptakan suasana kamar yang nyaman dan menyenangkan untuknya.

Anda bisa melakukan beberapa dekorasi ruang tidur yang sesuai dengan keinginan si kecil. Misalnya menyiapkan boneka, mainan, atau buku-buku dongeng favoritnya. Agar tidak salah pilih, Anda bisa mencari referensi desain kamar anak laki-laki atau kamar anak perempuan yang menarik.

Selain itu, perhatikan pula warna cat kamar anak. Sebab, warna kamar yang bagus akan menarik perhatiannya dan membuatnya merasa betah seharian.

3. Temani Anak dengan Membacakan Dongeng Sebelum Tidur

Adalah hal yang wajar apabila si kecil merasa takut Anda tinggal sendirian sebelum ia tertidur. Untuk mengatasinya, maka Anda bisa membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak.

Bacakan dongeng dengan kisah menarik yang dia sukai. Selain dapat membantu si kecil untuk rileks, ada pula berbagai manfaat membacakan dongeng untuk anak. Di antaranya adalah memperkuat ikatan antara Anda dan sang buah hati, merangsang kemampuan berpikir dan berimajinasi, melatih perkembangan kognitif dan verbal, hingga merangsang minat baca pada anak.

4. Memuji Keberanian Anak yang Mau Tidur Sendiri

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak memang gemar mendapatkan pujian atas hal-hal kecil yang mereka lakukan. Biasanya, pujian tersebut akan membuat mereka semakin tergerak untuk melakukan hal-hal yang lebih baik.

Nah, hal ini dapat Anda terapkan untuk melatih si kecil agar berani tidur di kamar sendiri. Misalnya apabila ia berani tidur siang sendiri di kamarnya, maka pujilah buah hati Anda sebagai anak yang pintar dan berani.

Dengan demikian, lama-kelamaan ia akan tergerak untuk berani tidur sendirian saat malam hari dan seterusnya.

Baca Juga :

 

5. Libatkan Anak Saat Menyiapkan Kamar Barunya

libatkan anak dalam dekorasi kamar

Agar si kecil semakin bersemangat menghuni kamar barunya, maka Anda pun harus melibatkannya dalam memilih desain kamar tidur. Misalnya dengan memilih warna cat kamar, memilih motif sprei favorit, memilih hiasan dinding dan lampu tidur, hingga penempatan perabotan kamar.

6. Tetap Konsisten dan Tegas

Salah satu kunci penting untuk melatih anak tidur di kamar sendiri adalah tetap konsisten. Misalnya saat si kecil mengaku mengalami mimpi buruk. Cobalah menenangkannya dan memberikan pengertian bahwa mimpi tersebut tidak nyata dan hanyalah bunga tidur.

Begitu pula ketika anak terbangun pada tengah malam dan menyusul Anda ke kamar. Alih-alih membiarkannya tidur di kamar Anda, cobalah untuk mengajaknya kembali ke kamarnya sendiri dan menemaninya sampai terlelap.

Sebab, jika kebiasaan tersebut terus berlanjut, maka si kecil akan semakin sulit untuk belajar mandiri.

7. Pilih Perlengkapan Tidur Terbaik Agar Anak Merasa Nyaman

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk agar tidur si kecil tetap nyenyak dan tak terbangun di tengah malam. Misalnya dengan mengatur suhu ruangan ideal, mematikan lampu, hingga meletakkan benda untuk relaksasi seperti lilin aromaterapi di dekat tempat tidur.

Anda juga bisa membantu anak menemukan posisi tidur yang nyaman agar lebih mudah mengantuk, serta menjauhkan penggunaan benda penyebab sulit tidur seperti gadget maksimal 30 menit sebelum waktu tidur tidur si kecil.

Namun, salah satu hal paling penting yang tidak bisa Anda abaikan adalah memilih perlengkapan tidur yang berkualitas agar tidurnya semakin nyenyak. Misalnya sprei dan bedcover. Pilihlah merk sprei terbaik untuk anak yang terbuat dari bahan premium yang menunjang kenyamanannya.

Sleep Buddy menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan merk sprei terbaik dengan bahan yang lembut dan adem untuk si buah hati. Sebab, Sleep Buddy terbuat dari bahan organik pilihan yang adem dan lembut, serta cocok untuk semua jenis kulit.

Anda bisa mendapatkan produk di toko bedcover terdekat atau melalui marketplace seperti TokopediaShopeeBlibli, atau Lazada. Ada berbagai macam model sprei dan model bedcover yang lucu untuk si kecil, serta bisa Anda sesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *