6 Kesalahan dalam Memilih Sprei yang Harus Anda Hindari

6 Kesalahan dalam Memilih Sprei yang Harus Anda Hindari

Perlengkapan tidur seperti sprei tentu menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas tidur Anda. Dengan alas tidur yang nyaman, Anda bisa tidur dengan nyenyak dan mendapatkan manfaat tidur untuk kesehatan fisik dan kesehatan mental. Sayangnya, tak jarang masih ada banyak orang yang melakukan kesalahan dalam memilih sprei. Alih-alih menunjang siklus tidur ideal dan memenuhi kebutuhan tidur, memilih sprei yang salah malah bisa membuat Anda mengalami berbagai gangguan tidur.

Kesalahan-kesalahan ini sangat sering terjadi sebab kurangnya perhatian dan ketelitian sebelum membeli sprei. Bukan hanya memilih bahan sprei yang tidak berkualitas, namun salah ukuran sprei juga menjadi kesalahan yang paling banyak terjadi. Akibatnya, bukan hanya kualitas tidur saja yang terpengaruh, namun memilih sprei yang tidak tepat juga bisa menyebabkan Anda membuang-buang biaya.

Lantas, apa saja kesalahan dalam memilih sprei yang harus Anda hindari?

6 Kesalahan dalam Memilih Sprei

Selain memerhatikan suasana kamar dan penataan kamar secara keseluruhan, salah satu hal terpenting untuk meningkatkan kualitas tidur Anda adalah dengan memilih alas tidur yang tepat.

Alas tidur seperti sprei menjadi item perlengkapan tidur yang memegang peranan penting untuk meningkatkan siklus tidur ideal Anda. Sebab, alas tidur yang nyaman akan membuat tidur semakin lelap dan tidak terusik sepanjang malam. Anda pun dapat memenuhi waktu tidur ideal secara optimal.

Sprei sendiri sejatinya dapat memberikan banyak manfaat, baik bagi kesehatan fisik, mental, hingga kecantikan. Hal ini karena pemilihan sprei yang tepat dapat membantu Anda untuk mengatasi gangguan tidur, memperbaiki pola tidur yang berantakan, serta membantu menghilangkan stres, depresi, hingga meredakan gejala kecemasan.

Selain itu, dengan memilih sprei yang tepat, Anda juga bisa mendapatkan manfaat untuk kecantikan berkat terpenuhinya jam tidur ideal. Sebab dengan pola tidur sehat dan teratur setiap harinya, Anda bisa mencegah tanda penuaan dini seperti munculnya kerutan di bawah mata dan keriput, hingga mengatasi masalah kulit lainnya seperti kulit kusam, bruntusan, jerawat, sampai rusaknya skin barrier.

Sayangnya, sampai saat ini masih banyak orang yang tidak memerhatikan pemilihan sprei yang tepat sebagai alas tidur. Bahkan tak jarang, ada pula yang melakukan kesalahan dalam memilih sprei.

Berikut ini adalah 6 kesalahan umum saat membeli sprei yang perlu Anda hindari:

1. Tidak Mengetahui Ukuran Sprei yang Tepat

kesalahan memilih sprei tidak memperhatikan bahan

Ini merupakan kesalahan yang paling sering terjadi dan dialami oleh hampir semua orang. Sebelum membeli sprei, sebaiknya ketahui dulu ukuran yang tepat. Anda perlu menyesuaikan sprei dengan ukuran dan jenis kasur yang Anda miliki di rumah.

Misalnya apabila Anda memiliki kasur berukuran king size. Artinya, Anda tidak boleh membeli ukuran queen size, single size, atau extra king size. Apabila Anda membeli sprei dengan ukuran yang kekecilan, sudah pasti Anda tidak akan bisa menggunakannya. Begitu pula sebaliknya, jika Anda membeli sprei yang kebesaran pun pasti akan sulit saat memasangnya dan mudah berantakan.

Maka dari itu, ukuran menjadi hal yang penting untuk Anda ketahui agar tidak salah pilih dan kebingungan saat membelinya.

Ada 6 ukuran sprei yang umum ada di pasaran, yaitu :

  • Ukuran 100 x 200 = Single atau No. 4
  • Ukuran 120 x 200 = Super Single atau No. 3
  • Ukuran 160 x 200 = Queen atau No. 2
  • Ukuran 180 x 200 = King atau No. 1
  • Ukuran 200 x 200 = Extra King

 
Anda juga bisa memperhatikan label produksi pada kemasan sprei untuk mengetahui keakuratan ukuran, sekaligus agar tidak salah pilih.

Baca Juga :

 

2. Tidak Mengecek Bahan Sprei

Kesalahan selanjutnya adalah tidak mengecek bahan sprei dengan saksama sebelum membelinya. Perlu Anda ketahui bahwa ada berbagai macam bahan sprei di pasaran yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Bahan sprei yang akan Anda pilih sangat memengaruhi kenyamanan dan perawatannya. Usahakan untuk memilih  bahan sprei yang berkualitas dan nyaman saat Anda menggunakannya selama 7-8 jam tiap malamnya.

Umumnya, jenis bahan yang paling populer adalah yang memiliki daya serap keringat yang tinggi, lembut dan adem. Bahan sprei yang dingin dan lembut tidak akan membuat Anda merasa gerah dan menjaga kenyamanan tidur Anda terjaga sepanjang malam.

Pilih juga bahan yang sesuai dengan kondisi Anda. Misalnya jika Anda memiliki ciri kulit sensitif, maka pilihlah sprei untuk kulit sensitif. Misalnya dari sprei bahan sutra, sprei tencel, jacquard tencel, atau katun Jepang yang aman untuk semua jenis kulit.

Sprei dari bahan sutra cocok untuk berbagai musim karena dapat memberikan sensasi dingin pada kulit saat cuaca panas dan sebaliknya. Menggunakan sprei dari bahan sutra juga tak akan menyebabkan Anda berkeringat berlebih yang menimbulkan iritasi maupun alergi kulit.

Sementara itu, katun Jepang adalah bahan sprei alami yang paling umum di pasaran. Terbuat dari 100 persen pohon kapas, tekstur kain katun cukup lembut dan adem. Selain itu, katun juga terkenal memiliki kemampuan untuk memberikan sirkulasi udara, sehingga Anda tak akan mudah kepanasan saat menggunakannya.

Sedangkan tencel dan jacquard tencel adalah jenis bahan organik yang terbentuk dari selulosa alam yang berasal dari serat kayu. Bahan ini memiliki beberapa kelebihan, seperti kemampuan menyerap keringat, super lembut, dan anti bakteri karena terbuat dari bahan organik.

3. Langsung Menggunakan Sprei Baru Setelah Membelinya

Mungkin terdengar sepele. Namun, tahukah Anda bahwa langsung menggunakan sprei baru tanpa mencucinya terlebih dahulu bisa memberikan dampak fatal untuk kesehatan?

Pastikan Anda segera mencuci sprei baru terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Hal ini karena adanya banyak bahan kimia dalam kemasan plastik yang bisa diserap oleh sprei. Sebab, setiap sprei yang baru Anda beli pasti dilapisi dengan kemasan plastik yang biasanya mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Bukan hanya itu. Sprei yang ada di pasaran biasanya terbuat dengan tambahan formaldehida. Bahan kimia ini umumnya berguna untuk mengawetkan. Namun tambahan formaldehida pada sprei berfungsi untuk mencegah serat kain agar tidak berkerut.

Manfaat lain dari mencuci sprei yang baru Anda beli adalah dapat mengetahui apakah warnanya akan luntur atau tidak. Saat Anda tahu sprei tersebut warnanya memudar, Anda jadi bisa lebih selektif lagi dalam memilih jenis dan merk sprei terbaik untuk kedepannya.

4. Tidak Mengecek Permukaan Sprei

kesalahan memilih sprei tidak mengecek permukaan

Kesalahan dalam memilih sprei yang selanjutnya adalah tidak mengecek permukaan sprei terlebih dahulu. Apabila Anda memilih sprei secara langsung, maka Anda bisa melakukan tes kualitas bahan dengan menyentuh permukaan sprei sebelum membelinya.

Umumnya, sprei yang bagus akan memiliki permukaan yang lembut serta terasa sejuk. Namun, jika permukaan sprei tampak kasar dan kaku, maka sebaiknya jangan membelinya meskipun harganya lebih murah. Hal ini karena sprei yang terbuat dari bahan yang kaku akan membuat tidur Anda tidak nyaman.

Selain terasa gerah dan tidak bisa menyerap keringat dengan baik, sprei dengan permukaan yang kasar biasanya juga tidak anti alergi. Sehingga bisa memicu alergi hingga iritasi, terutama bagi Anda yang memiliki tipe kulit sensitif.

Baca Juga :

 

5. Memilih Sprei yang Tidak Sesuai Desain Interior Kamar

Selain menunjang kenyamanan, sprei juga berguna untuk mempercantik dekorasi ruang tidur Anda. Sehingga, memilih warna dan motif sprei yang tepat adalah salah satu hal yang wajib Anda perhatikan sebelum membelinya.

Pemilihan warna dan motif ini akan memberikan pengaruh besar pada desain kamar tidur Anda. Misalnya memberikan efek lebih luas bagi kamar tidur sempit, menciptakan suasana romantis terutama bagi pasangan pengantin baru, mencegah munculnya tungau kasur, membantu meningkatkan kecerdasan otak dan kreativitas, hingga memberikan efek adem dan membuat tidur nyenyak.

Selain itu, pilihlah sprei sesuai desain interior kamar. Misalnya jika Anda memiliki kamar tema monokrom, maka pilihlah warna sprei monokrom. Begitu pula apabila Anda memiliki kamar tidur dengan desain Korean Style, maka sprei Korean Style dengan warna pastel adalah pilihan terbaik.

Sama halnya dengan desain interior lainnya seperti desain kamar industrial, shabby chic, rustic, skandinavia, japandi, minimalis, atau desain interior lainnya. Di sisi lain, perlu Anda ketahui pula bahwa sprei juga mencerminkan kepribadian orang, maka dari itu pilihlah motif yang sesuai dengan karakter Anda.

6. Membeli Sprei Hanya Berdasarkan Harga

Kesalahan terakhir adalah membeli sprei hanya berdasarkan harganya saja. Memang, harga menjadi salah satu patokan utama untuk membeli barang, termasuk sprei. Biasanya, orang akan menyesuaikan sprei yang dibeli dengan budget yang dimiliki.

Akan tetapi, jangan lupa untuk mempertimbangkan kualitas sprei yang Anda beli. Sebab, pada dasarnya harga barang akan berbanding lurus dengan kualitasnya. Apabila Anda memilih alas tidur asal-asalan karena tergiur harga murah, maka Anda pun tidak akan mendapatkan sprei terbaik yang menunjang kenyamanan bersantai dan beristirahat.

Itulah 6 kesalahan yang harus Anda hindari saat memilih sprei. Sprei dengan kualitas terbaik bisa Anda dapatkan dari Sleep Buddy.

Sleep Buddy menggunakan bahan terbaik organic cotton untuk mendukung kenyamanan istirahat Anda. Ada banyak pilihan model, motif, dan ukuran sprei yang bisa Anda sesuaikan dengan selera dan kebutuhan.

Koleksi Sleep Buddy bisa Anda dapatkan melalui marketplace seperti TokopediaShopeeBlibli, atau toko bedcover terdekat. Kunjungi juga akun Instagram kami untuk mendapatkan info terbaru seputar Sleep Buddy.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.