7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Skin Barrier Tanpa Disadari

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Skin Barrier Tanpa Disadari

Menjaga kesehatan dan kecantikan kulit tentunya menjadi hal penting yang harus dilakukan untuk membuat penampilan tetap prima. Akan tetapi, terkadang secara tak sadar kita melakukan kebiasaan-kebiasaan yang justru memicu kerusakan kulit dan menimbulkan masalah kulit lainnya. Tak terkecuali melakukan kebiasaan yang merusak skin barrier.

Skin barrier sendiri merupakan lapisan kulit terluar. Lapisan ini bertugas untuk melindungi dan menjaga kulit dari berbagai kerusakan, serta menjaga agar kulit tetap lembap.

Nah, apabila lapisan pelindung kulit ini mengalami kerusakan, tentunya kulit akan menjadi lebih rentan mengalami berbagai macam masalah. Ciri-ciri skin barrier yang rusak di antaranya adalah kulit tampak kusam, muncul ruam kemerahan seperti iritasi kulit, muncul rasa gatal pada kulit, kulit menjadi kering bahkan mengelupas dan bersisik, terasa sangat kasar, hingga muncul jerawat dan bruntusan pada kulit.

Tentunya Anda tak ingin mengalaminya, bukan?

Lantas, apa saja kebiasaan sepele yang tanpa Anda sadari dapat merusak skin barrier? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, yuk!

Kebiasaan yang Merusak Skin Barrier

Skin barrier yang rusak akan membuat kulit jauh lebih mudah mengalami berbagai masalah kulit lainnya, bahkan bisa memicu munculnya tanda penuaan dini. Misalnya munculnya kerutan di bawah mata, keriput, hingga flek hitam.

Untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan tersebut, maka Anda perlu melakukan langkah antisipasi. Salah satunya adalah dengan menghindari kebiasaan yang mungkin tanpa Anda sadari dapat merusak skin barrier.

Lalu apa saja kebiasaan sepele yang ternyata bisa memicu kerusakan pada skin barrier?

1. Terlalu Sering Mencuci Wajah

terlalu sering cuci wajah

Mungkin Anda menganggap bahwa mencuci wajah berkali-kali dalam sehari akan membuat kulit tampak lebih bersih. Apalagi setelah melakukan aktivitas di luar ruangan yang membuat kulit berkeringat, terpapar sinar matahari, atau terkena polusi.

Namun, anggapan ini rupanya salah kaprah!

Terlalu sering mencuci wajah rupanya malah dapat menyebabkan kerusakan pada skin barrier. Sebab, alih-alih melindungi kulit dari kotoran, bahan sabun pembersih wajah bisa menghilangkan penghalang lipid alami pada kulit. Kebiasaan ini akan menyebabkan kulit terasa lebih kering karena kehilangan pelembap alami.

Mengutip dari studi Icahn School of Medicine New York, para ahli sepakat bahwa rutinitas mencuci wajah paling ideal adalah sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari.

Baca Juga :

 

2. Melakukan Eksfoliasi atau Scrubbing Berlebihan

Over exfoliating atau eksfoliasi berlebihan juga menjadi salah satu kebiasaan yang memicu kerusakan skin barrier. Sejatinya, eksfoliasi atau scrubbing memang bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati atau kotoran yang menempel pada permukaan kulit, sekaligus mencerahkan kulit wajah.

Namun, apabila Anda melakukannya secara berlebihan, efeknya justru dapat merusak dan mengikis lapisan pelindung kulit terluar. Untuk itu, jangan melakukan eksfoliasi berlebihan!

Anda bisa melakukan eksfoliasi sebanyak 1-2 kali dalam seminggu jika memiliki tipe kulit normal. Jika Anda memiliki tipe kulit berminyak, maka Anda bisa melakukan eksfoliasi lebih sering, yakni 3 kali dalam seminggu. Sedangkan apabila Anda memiliki tipe kulit kombinasi dan ciri kulit sensitif, maka Anda tidak disarankan untuk melakukan eksfoliasi.

Selain itu, perhatikan juga kandungan bahan eksfoliator yang Anda gunakan. Usahakan untuk tidak menggunakan bahan yang keras dan sesuai dengan jenis kulit. Agar lebih aman, Anda bisa menggunakan scrub alami yang terbuat dari bahan-bahan natural seperti bubuk teh hijau, gula, atau oatmeal.

3. Tidak Memakai Pelembap Setelah Eksfoliasi

Menjaga kelembapan kulit merupakan salah satu cara untuk mencegah kerusakan skin barrier. Sebaliknya, tidak memakai pelembap menjadi kebiasaan yang dapat merusak skin barrier, terutama setelah Anda melakukan eksfoliasi.

Hal ini karena kelembapan kulit akan berkurang setelah proses eksfoliasi. Akibatnya, kulit akan menjadi lebih rentan terkena iritasi atau masalah lainnya. Sehingga, Anda pun perlu mengembalikan kelembapannya dengan menggunakan pelembap.

Pilihlah pelembap yang cocok untuk jenis kulit Anda. Jangan lupa untuk segera pakai pelembap setelah eksfoliasi kulit agar kelembapannya bisa langsung terkunci dan terjaga.

Selain menggunakan pelembap, Anda juga bisa rutin memakai masker alami untuk menjaga kelembapan kulit. Masker ini aman untuk semua jenis kulit karena terbuat dari bahan-bahan alami seperti lidah buaya, madu, hingga teh hijau.

4. Eksfoliasi dalam Keadaan Kering

Mungkin Anda sering melakukan scrubbing atau mengeksfoliasi kulit tubuh dalam keadaan kering. Namun, jangan lakukan hal serupa pada wajah!

Jika Anda memiliki kebiasaan mengeksfoliasi kulit wajah dalam keadaan kering, maka segera hentikan kebiasaan tersebut sekarang juga. Sebab, hal ini justru dapat merusak skin barrier dan menimbulkan berbagai macam masalah kulit lainnya.

Sebelum melakukan eksfoliasi, basahi dulu kulit wajah Anda. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa membasahi wajah dengan menggunakan air hangat. Sebab, hal ini juga dapat membantu Anda untuk membuka pori-pori. Sehingga saat melakukan scrubbing, bukan hanya sel kulit mati saja yang terangkat, melainkan juga komedo yang membandel di kulit.

Baca Juga :

 

5. Sering Terpapar Polusi

sering terpapar polusi

Penelitian menunjukkan bahwa polusi dan udara kering dapat mempengaruhi kondisi skin barrier. Maka tak heran apabila Anda bisa mengalami masalah alergi kulit saat terkena polusi atau berada di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk.

Namun, banyaknya aktivitas di luar tentunya berpotensi untuk membuat kita lebih sering terpapar polusi. Maka dari itu, usahakan untuk selalu menggunakan masker dan pakaian panjang yang melindungi kulit Anda dari paparan polusi maupun udara kering.

Selain itu, Anda juga harus selalu menggunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan agar tidak terkena paparan sinar UV yang bisa merusak kulit.

6. Memakai Produk Skincare dari Bahan yang Tidak Cocok untuk Kulit

Skincare memang seolah menjadi beauty item penting yang tidak boleh ketinggalan untuk menjaga kecantikan kulit. Namun, apakah Anda yakin telah memilih skincare yang cocok untuk jenis kulit Anda?

Perlu Anda ketahui bahwa memilih skincare yang cocok untuk kulit tidak bisa Anda lakukan secara sembarangan. Anda harus lebih dulu mengetahui jenis kulit Anda, serta kandungan apa yang terdapat di dalam skincare. Sebab, skincare yang tidak cocok di kulit dapat menyebabkan masalah-masalah seperti gatal, ruam, iritasi, hingga merusak skin barrier.

Selain itu, penggunaan skincare dengan kandungan aktif yang tidak mengikuti anjuran pemakaian juga dapat menyebabkan skin barrier rusak. Alih-alih mendapatkan kulit bebas masalah, bisa-bisa Anda malah akan mendapatkan berbagai masalah kulit lainnya.

7. Stres dan Kurang Tidur

Pernahkah Anda memerhatikan kondisi kulit saat kurang tidur dan sedang mengalami banyak tekanan pikiran? Jika iya, maka hal tersebut merupakan hal yang wajar.

Sebab, penelitian menunjukkan bahwa salah satu dampak kurang tidur dan stres yang berlebihan adalah dapat merusak lapisan pelindung kulit. Sebab, kurang tidur bisa menyebabkan hilangnya air transepidermal yang membantu melembapkan kulit.

Bagi Anda yang mengalami masalah ini, maka cobalah untuk meningkatkan kualitas tidur dan memperbaiki pola tidur yang berantakan. Anda bisa menerapkan pola tidur sehat seperti sleep hygiene, atau menerapkan pola tidur bifasik dan power nap.

Baca Juga :

 

Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak

Setelah mengetahui kebiasaan yang merusak skin barrier, maka Anda juga harus tahu cara memperbaiki skin barrier yang rusak. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah:

  1. Memilih skincare yang cocok untuk jenis kulit
  2. Selalu hidrasi dan jaga kelembapan kulit
  3. Jangan melakukan eksfoliasi yang berlebihan
  4. Menggunakan toner untuk menjaga keseimbangan pH kulit
  5. Hindari stres dan tingkatkan kualitas tidur

 
Manajemen stres perlu Anda lakukan agar kesehatan kulit tetap terjaga. Anda berbagai macam hal yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan stres. Misalnya dengan melakukan hobi, travelling dan liburan bersama keluarga, melakukan meditasi, meletakkan benda-benda untuk relaksasi di sekitar Anda, atau curhat dengan orang terdekat.

Di sisi lain, dengan kebutuhan tidur yang tercukupi, maka Anda akan mendapatkan manfaat tidur untuk kecantikan secara maksimal. Mulai dari mencegah tanda penuaan dini, hingga mencegah rusaknya skin barrier.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, buatlah suasana kamar senyaman mungkin dan tentukan waktu tidur yang ideal setiap harinya. Pastikan juga memilih perlengkapan tidur seperti sprei dan bedcover yang berkualitas.

Untuk memperoleh sprei dari bahan berkualitas yang aman dan nyaman, Anda bisa mendapatkannya dari koleksi Sleep Buddy. Ada banyak pilihan motif sprei dan berbagai ukuran sprei yang bisa Anda sesuaikan dengan selera dan kebutuhan.

Produk Sleep Buddy bisa Anda dapatkan di toko bedcover terdekat.  Anda juga dapat mengunjungi marketplace Sleep Buddy di TokopediaShopeeLazada, atau Blibli. Jangan lupa kunjungi juga akun Instagram kami untuk mendapatkan info terbaru seputar Sleep Buddy.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.