Gejala dan Penyebab Tidur Sambil Berjalan atau Sleepwalking

Gejala dan Penyebab Tidur Sambil Berjalan atau Sleepwalking

Ada berbagai macam gangguan tidur yang dialami oleh banyak orang. Mulai dari gangguan umum seperti insomnia, hipersomnia, hypnic jerk dan mendengkur, sampai gangguan yang abnormal seperti parasomnia. Parasomnia sendiri merupakan gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya melakukan hal-hal abnormal saat terlelap. Gangguan tidur yang termasuk dalam parasomnia antara lain sleep paralysis, night terror, REM sleep behavior disorder, exploding head syndrome, confusional arousal, hingga sleepwalking atau tidur sambil berjalan.

Di antara gangguan-gangguan parasomnia tersebut, sleepwalking menjadi salah satu yang harus Anda waspadai. Sebab, gangguan tidur ini bisa menyebabkan penderitanya terluka dan mengalami cedera tanpa sadar. Karena seperti namanya, gangguan tidur ini akan menyebabkan seseorang tidur sambil berjalan tanpa ia sadari. Bisa saja penderitanya tanpa sengaja jatuh dari tangga, menabrak benda berbahaya, atau bahkan tertimpa benda berat.

Perlu Anda ketahui hal ini terjadi karena orang yang mengalami tidur sambil berjalan tidak memiliki kendali atas tubuh dan apa yang ia lakukan. Sehingga, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus dan penanganan yang tepat. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dan ulasan lengkap seputar gangguan tidur sleepwalking berikut ini!

Apa Itu Sleepwalking?

Sleepwalking atau tidur berjalan adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya berdiri dan berjalan saat tidur. Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berada di fase tidur dalam, ke tahap yang lebih ringan atau tahap sadar.

Pada dasarnya, tidur terbagi memiliki 2 fase, yaitu fase tidur rapid eye movement (REM) dan fase non-rapid eye movement (NREM). Fase tidur ini akan berlangsung dalam siklus yang terus berulang. NREM akan terjadi 3 fase tidur, yaitu fase 1 (mata terpejam namun masih mudah terbangun), fase 2 (irama jantung mulai melambat, suhu tubuh menurun, dan tubuh bersiap untuk tidur dalam), dan fase 3 (tidur nyenyak). Gangguan tidur sambil berjalan biasanya terjadi di fase 3 tahap NREM ini.

Gangguan tidur ini biasanya muncul pada awal tidur malam, sering kali 1-2 jam setelah tidur dan jarang terjadi saat tidur siang. Biasanya, tidur sambil berjalan dapat berlangsung beberapa menit atau lebih. Orang yang yang mengalami gangguan tidur sleepwalking biasanya tidak dapat merespons, bahkan tidak mengingat kejadian apapun yang ia alami selama kondisi tersebut.

Perlu Anda ketahui bahwa tidur sambil berjalan merupakan salah satu gangguan yang cukup umum terjadi. Dalam banyak kasus, kondisi ini terjadi pada anak-anak usia 4-8 tahun. Kendati demikian, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa bahkan lansia juga.

Baca Juga :

 

Gajala Sleepwalking

gejala sleepwalking

Tidur berjalan termasuk dalam kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja dan tidak selamanya harus berhubungan dengan gangguan psikiatrik. Orang yang tidur sambil berjalan biasanya akan mengalami gejala-gejala seperti berikut ini :

  • Melakukan berbagai aktivitas dalam keadaan tidur
  • Berjalan-jalan dalam keadaan tidur
  • Duduk di tempat tidur dengan mata terbuka tapi masih dalam keadaan tidur
  • Mata terbuka namun dengan tatapan kosong
  • Mengigau dan tidak merespon percakapan
  • Kebingungan dan tidak mengingat apa yang dilakukan ketika terbangun
  • Berperilaku agresif atau kasar saat akan dibangunkan
  • Merasa kurang tidur dan mengantuk pada siang hari

 
Gangguan tidur yang terjadi pada orang dewasa bisa menyebabkan perilaku yang lebih rumit, seperti memasak, makan, memainkan alat musik, bahkan menyetir.

Penyebab Sleepwalking

Penelitian menyebutkan bahwa gangguan ini terjadi karena adanya masalah kinerja otak yang tidak kompak. Yaitu ada bagian otak yang sudah beristirahat sementara bagian lainnya masih terjaga. Selain itu, ada beberapa penyebab yang memicu terjadinya sleepwalking, antara lain:

1. Kurang Tidur

Salah satu penyebab tidur sambil berjalan adalah kurangnya waktu tidur karena kebutuhan tidur yang tidak terpenuhi atau pola tidur yang berantakan. Hal ini terjadi karena tidur sambil berjalan berhubungan dengan apa yang terekam dalam otak. Sehingga, ingatan tersebut bisa menstimulasi otak memerintahkan tubuh untuk mengulanginya.

Contohnya, seseorang terbiasa terjaga hingga dini hari sambil melakukan sesuatu. Maka saat ia memaksakan diri untuk tertidur, otak mungkin masih saja mengenali kebiasaan tubuh sebelumnya dan mendorong sejumlah saraf kembali aktif.

2. Efek Samping Obat

Tidur berjalan juga bisa terjadi pada orang yang sedang mengonsumsi jenis obat tertentu. Sebab ada beberapa zat seperti hipnotik short-acting, obat penenang, atau kombinasi berbagai obat untuk gangguan kesehatan mental dan gangguan psikologis yang bisa memberi efek samping tak terduga.

Di sisi lain, mengonsumsi alkohol secara berlebihan pun bisa menjadi pemicu seseorang mengalami sleepwalking.

3. Stres dan Kelelahan

Hal lain yang bisa menyebabkan seseorang tidur sambil berjalan adalah mengalami stres berlebih dan kelelahan. Sebab, stres dan kelelahan ekstrem bisa menyebabkan seseorang merasa gangguan kecemasan, depresi, hingga memicu berbagai macam gangguan tidur. Akibatnya, risiko terjadinya gangguan tidur seperti sleepwalking pun akan lebih besar.

Baca Juga :

 

4. Masalah Kesehatan

Memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu juga bisa menjadi penyebab gangguan tidur sambil berjalan. Antara lain obstructive sleep apnea, narkolepsi, restless legs syndrome, GERD, gejala maag, migrain, penyakit tiroid, cedera kepala, hingga stroke.

5. Faktor Genetik

Perlu Anda ketahui bahwa siapapun bisa mengalami tidur berjalan. Akan tetapi, beberapa orang berisiko tinggi mengalaminya karena memiliki faktor genetik atau keturunan. Kondisi ini dapat menurun pada keluarga. Kemungkinan dapat meningkat 2-3 kali lipat jika salah satu orangtua mengalami tidur berjalan saat masa kecil atau dewasa.

Cara Mencegah Risiko Sleepwalking

cara mencegah risiko sleepwalking

Sebenarnya, tidak ada cara khusus untuk mengatasi gangguan tidur sambil berjalan. Akan tetapi, ada beberapa tips yang bisa membantu Anda untuk mencegah terjadinya risiko akibat gangguan tidur yang satu ini. Antara lain:

 
Demikian adalah ulasan mengenai apa itu sleepwalking beserta gejala, penyebab, dan cara pencegahannya. Sebenarnya tidur berjalan bukan satu kondisi yang membahayakan dan cukup sering terjadi. Namun dalam beberapa kasus, ada beberapa risiko yang bisa mengintai Anda.

Misalnya berisiko membuat Anda mengalami cedera. Contoh jatuh saat menaiki atau menuruni tangga, mengendarai mobil, atau mengonsumsi sesuatu yang tidak boleh Anda konsumsi. Kemudian menyebabkan kurang tidur dan mengantuk di siang hari, sehingga produktivitas menurun.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.