5 Efek Kurang Tidur untuk Otak, Menurunkan Daya Ingat Hingga Picu Gangguan Mental

5 Efek Kurang Tidur untuk Otak, Menurunkan Daya Ingat Hingga Picu Gangguan Mental

Kurang tidur tentunya bukan lagi menjadi hal baru yang kita temui dalam keseharian. Sebab, mayoritas orang memang kerap menyepelekan kebutuhan tidur setiap harinya demi kesibukan aktivitas kerja maupun belajar. Sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa efek kurang tidur untuk otak sangatlah berbahaya.

Dampak kurang tidur secara umum memang sangat beragam. Tak hanya mengganggu kesehatan fisik, namun kurang tidur juga dapat mengganggu fungsi otak jika Anda melakukannya secara terus-menerus. Lantas, apa saja efek kurang tidur untuk otak?

Efek Kurang Tidur untuk Otak

Ada berbagai macam pemicu masalah kurang tidur. Mulai dari begadang dan kerja lembur karena mengerjakan deadline, bekerja shift malam, hingga mengalami gangguan tidur seperti insomnia atau parasomnia. Kondisi seperti itulah yang kadang membuat pola tidur menjadi berantakan dan membuat berkurangnya waktu tidur ideal.

Dampak kurang tidur untuk kesehatan pun bermacam-macam. Mulai dari menyebabkan munculnya risiko penyakit berbahaya seperti diabetes dan kanker, hingga menyebabkan terganggunya fungsi kognitif tubuh secara keseluruhan. Termasuk memengaruhi kesehatan otak Anda dan memberikan efek negatif seperti berikut ini:

1. Mudah Lupa dan Daya Ingat Menurun

Salah satu manfaat tidur untuk kesehatan adalah dapat meningkatkan memori dan membentuk ingatan jangka panjang. Proses ini terjadi saat Anda memasuki fase tidur dalam.

Sehingga, apabila Anda kurang tidur, maka salah satu dampaknya adalah menjadi lebih mudah lupa, bahkan menyebabkan ingatan menjadi memburuk. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas tidur dapat membuat daya ingat menjadi lebih tajam dan menyimpan informasi secara maksimal.

2. Sulit Mencerna Informasi Baru

efek kurang tidur sulit mencerna informasi

Efek kurang tidur untuk otak juga dapat menurunkan kemampuan Anda untuk mencerna dan mengolah informasi baru. Sebab sebagaimana poin sebelumnya, kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan Anda dalam mengingat.

Nah, daya ingat yang melemah dan mudah lupa inilah yang akan membuat Anda kesulitan untuk mencerna dan menyimpan informasi baru yang Anda pelajari di otak. Bahkan, Anda juga bisa mengalami kesulitan dalam mengikuti topik pembicaraan atau berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga :

 

3. Otak Kesulitan Berkonsentrasi dan Fokus

Kurang tidur juga dapat menyebabkan tingkat konsentrasi dan fokus seseorang menjadi menurun. Inilah sebabnya kenapa orang yang tidak tidur terlalu lama akan lebih mudah bingung dan sulit untuk berpikir jernih.

Istilah medis untuk menggambarkan kondisi ini adalah brain fog, atau kita kenal dengan istilah “otak lemot”. Yaitu kondisi saat otak Anda sulit fokus sehingga tidak bisa mengambil keputusan yang tepat. Meskipun terkesan sepele, namun sebenarnya brain fog sendiri merupakan gejala awal dari penyakit demensia. Sehingga Anda perlu mewaspadainya.

4. Mengganggu Motivasi Otak dalam Melakukan Tugas

Apakah Anda sering merasa malas mengerjakan tugas akibat kurang tidur dan istirahat? Jika iya, maka itu merupakan hal yang wajar. Sebab efek kurang tidur untuk otak adalah dapat mengganggu motivasi dalam mengerjakan tugas secara optimal.

Penelitian menunjukkan bahwa saat seseorang kurang tidur dan cenderung merasa mudah mengantuk, ia hanya bisa mengerjakan tugas-tugas yang sederhana, alih-alih tugas rumit. Alhasil, tentunya hal ini dapat memengaruhi kinerja dan performa Anda, baik di dunia kerja maupun dalam proses belajar.

5. Memicu Gangguan Kesehatan Mental

efek kurang tidur sebabkan gangguan mental

Sebagaimana kita ketahui, gangguan kesehatan mental memang memiliki kaitan erat dengan terkikisnya waktu tidur. Sebab, kurang tidur sendiri merupakan salah satu kebiasaan yang mengganggu kesehatan mental.

Ada berbagai macam gangguan psikologis yang bisa muncul akibat waktu tidur ideal yang tidak terpenuhi dengan maksimal. Antara lain stres berat, depresi, gangguan kecemasan atau anxiety disorder, gangguan bipolar atau bipolar disorder, ADHD, kecenderungan untuk merusak diri (self destructive), hingga psikosis dan skizofrenia.

Hal ini karena kurang tidur dapat memicu munculnya perubahan suasana hati dan mood secara ekstrem. Terutama pada penderita bipolar disorder. Ini juga dapat menyebabkan ledakan emosi (tantrum) dan perilaku yang tidak terkendali.

Selain itu, kurang tidur juga menjadi salah satu penyebab utama munculnya pikiran negatif. Nah, pikiran negatif ini akan memicu penurunan self esteem, menyebabkan munculnya rasa insecure dan pesimis, kehilangan rasa percaya diri, kecenderungan merendahkan diri (self deprecation), hingga self gaslighting dan somatoform. Hal-hal itulah yang dalam jangka panjang menjadi akar dari timbulnya gangguan pada kesehatan mental Anda.

Baca Juga :

 

Cara Mencegah Efek Kurang Tidur untuk Otak

Mencegah efek kurang tidur untuk otak bisa Anda lakukan dengan cara meningkatkan kualitas tidur dan memenuhi waktu tidur ideal. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda terapkan:

 
Itulah efek buruk kurang tidur untuk otak. Pada dasarnya, kebutuhan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan dasar lain. Jadi, jika Anda membiarkan kondisi kurang tidur secara berlarut-larut, maka dampak buruk pun akan mengintai Anda. Selain memberikan efek buruk pada otak, kurang tidur juga akan menyebabkan tubuh lebih mudah terserang penyakit dan susah sembuh, hingga berisiko memicu munculnya tanda penuaan dini.

Sebab ketika kurang tidur, kulit akan tampak kusam, serta mata akan terlihat lelah dan bengkak (mata panda). Bila hal ini terjadi secara berkelanjutan, maka kurang tidur akan memunculkan tanda penuaan lain seperti kerutan di bawah mata, keriput, hingga munculnya garis halus. Sebaliknya, memenuhi waktu tidur ideal akan membantu Anda mendapatkan manfaat tidur untuk kecantikan dan kesehatan secara maksimal.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.