Tenang, Begini Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Tenang, Begini Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Jika Anda memiliki putra atau putri yang berusia 1-4 tahun mungkin sudah tak asing lagi dengan kebiasaannya yang rewel atau merengek karena suatu hal yang tak terpenuhi dari dirinya. Hal ini biasa disebut dengan tantrum. Menurut AloDokter, tantrum merupakan kondisi ketika anak meluapkan emosinya dengan cara menangis kencang, berguling-guling di lantai, hingga melempar barang.

Kondisi ini lah yang terkadang membuat orang tua bingung dan stres. Tapi tenang saja, tantrum merupakan kondisi normal yang merupakan bagian dari proses perkembangan anak. Tantrum memang wajar dialami anak kecil berusia 1-4 tahun. Lantas bagaimana mengatasi anak yang sedang tantrum?

Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Saat anak sedang tantrum, sebaiknya Anda jangan meluapkan emosi dan tetap tenang. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba.

Cobalah Mencari Tahu Penyebabnya

Tantrum pada anak dapat terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya karena keinginan tidak terpenuhi dan adanya perasaan lapar atau mengantuk yang sulit mereka jelaskan. Anda dapat mengatasinya dengan mencoba mencari tahu dengan bertanya langsung pada anak apakah ia lapar? mengantuk? atau menginginkan sesuatu? anak akan mengangguk atau menggeleng menjawab pertanyaan Anda. Jika sudah mengetahui penyebabnya, maka Anda lebih mudah mengatasinya.

Hindari Memukul Anak

Untuk mengatasi tantrum pada anak jangan mencoba untuk memukul atau mencubitnya. Hal tersebut akan membuat anak menjadi suka memukul untuk menyampaikan apa yang ia inginkan. Sebagai gantinya, Anda dapat memeluk atau mencium anak untuk menenangkan emosinya. Selain itu pelukan dan ciuman dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dan cinta padanya. Pada anak yang sering tantrum, pola asuh otoritatif lebih cocok untuk diterapkan.

Baca Juga:

Cegah Stunting pada Anak dengan Pola Tidur yang Tepat
10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani

Tenang dan Sabar

Saat anak tantrum, walaupun Anda gelisah dan bingung tapi cobalah untuk tetap tenang. Jangan sekali-sekali membalas dengan teriakan atau mencoba memaksakan menghentikan kemauannya. Saat Anda lebih tenang dan sabar, hal ini akan membuat Anda lebih mudah mengatasinya. Ajak si kecil ke tempat yang lebih sepi dan tenang untuk menstabilkan emosinya.

Mengalihkan Perhatian Si Kecil

Anak kecil akan mudah tertarik pada hal baru. Ia juga mudah melupakan. Maka dari itu coba Anda manfaatkan hal ini dengan mengalihkan perhatiannya saat tantrum. Saat keinginannya tak terpenuhi, cobalah untuk memberikan camilan kesukaannya atau mainan lain yang membuat perhatiannya teralih dan menjadi lebih tenang.

Jangan Selalu Menuruti Keinginan Anak

Jika anak menginginkan sesuatu hingga ia menangis dan berteriak, sebaiknya jangan cepat-cepat menuruti mengabulkan permintaannya. Walaupun ia terus berteriak dan menangis cobalah tetap bersabar dan memberikan pengertian bahwa sesuatu yang ia inginkan masih belum bisa terpenuhi karena suatu alasan yang jelas. Katakan bahwa Anda menyayanginya. Jika Anda mampu memberikan penjelasan yang mudah dimengerti baginya, ia juga akan tersadar dan mengehentikan tangisnya.

Memberikan Waktu dan Tunggu Hingga Anak Tenang

Jika tantrum terjadi di rumah, Anda dapat memberi waktu si kecil sekitar 1-2 menit untuk menenangkan diri dan meninggalkannya tanpa menuruti keinginannya. Minta ia duduk di kursi sampai dirinya tenang. Jika tantrum terjadi di luar, sebaiknya ajak si kecil ke lokasi yang lebih tertutup untuk menenangkannya.

Bersikap Konsisten

Cobalah bersikap konsisten. Tetapkan rutinitas harian agar Anda tahu apa yang diharapkan. Patuhi rutinitas tersebut termasuk menjadwalkan waktu tidur siang dan waktu tidur malam yang ideal dan baik. Tetapkan juga batasan yang masuk akal dan ikuti secara konsisten.

Baca Juga:

Memujinya

Berikan pujian jika dirinya berperilaku baik. Berikan perhatian ekstra saat anak berperilaku baik. Peluk atau cium mereka dan ungkapkan bahwa Anda bangga saat dirinya mengikuti arahan yang sesuai.

Biarkan Anak Membuat Pilihan

Cobalah berikan dirinya dapat membuat pilihan. Hindari mengatakan “tidak” untuk semuanya. Berikan anak rasa kendali dan biarkan ia membuat pilihan. Contoh “Apakah kamu ingin makan apel? atau buah jeruk?

Penyebab-Penyebab Tantrum Pada Anak

cara mengatasi tantrum pada anak

Seperti ulasan sebelumnya, penyebab tantrum adalah terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga dirinya dapat meluapkan emosi dengan beragam seperti berteriak, meronta, menjerit, menangis, dan menghentakkan kedua kaki dan kedua tangannya ke lantai.

Pada kasus-kasus tertentu, tantrum mungkin disebabkan oleh gangguan perilaku atau masalah psikologis seperti autisme dna depresipsikologis. Tantrum juga dapat menjadi ajang anak melakukan observasi mengenali cara mendapatkan keinginannya. Contohnya saat anak mengamuk untuk mendapatkan suatu benda dan Anda menurutinya hal tersebut membuatnya mengulangi cara tersebut di kemudian hari. Jika terus dibiarkan, hal tersebut dapat menjadi kebiasaan buruk bagi anak.

Jenis-jenis Tantrum Pada Anak

Tahukah Anda bahwa tantrum ternyata memiliki beberapa jenis. Berikut ini ulasannya.

Tantrum Frustasi

Menurut jurnal Temper Tantrums, tantrum frustasi merupakan episode singkat dari perilaku ekstrem, tidak menyenangkan, dan terkadang agresif sebagai respon terhadap frustasi atau kemarahan. Hal ini terjadi karena anak belum bisa mengekspresikan emosinya dengan baik. Pada anak usia 18 bulan rentan mengalami jenis tantrum ini akibat merasa kesulitan, mengatakan, dan mengekspresikan apa yang ia rasakan pada orang lain.

Beberapa faktor lain yang mempengaruhi adalah kelelahan, gagal melakukan sesuatu, atau kelaparan. Cara mengatasi jenis tantrum ini adalah dengan mendekati anak dan buatlah mereka menjadi tenang. Kemudian cobalah membantu mereka untuk menyelesaikan apa yang tidak bisa ia lakukan. Setelah ia tenang dan berhasil melakukan apa yang diinginkan, lanjutkan dengan memberikan penjelasan yang mudah dipahami mereka bahwa perilaku tersebut tidak baik.

Tantrum Manipulatif

Tantrum ini muncul ketika keinginan anak tidak terpenuhi. Kebanyakan tantrum jenis ini muncul karena adanya penolakan atas keinginannya. Tak semua anak mengalami tantrum ini. Cara mengatasinya dengan menenangkan anak, Anda juga dapat membawanya ke tempat lebih tenang, pantau dan awasi, bebaskan ia melakukan apa yang ia mau untuk meluapkan emosinya.

Anda juga harus mampu mengendalikan diri. Berikan penjelasan yang mudah untuk Anda bahwa perilaku tersebut tidak bisa diterima. Berikan juga penjelasan bagaimana seharusnya anak bersikap untuk mendapatkan yang dia inginkan. Jika cara tersebut Anda rasa kurang berhasil, maka cara terbaik adalah dengan mengabaikannya. Ajak anak untuk melakukan kegiatan lain yang seru dan menyenangkan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog anak dan remaja untuk mengatasi hal ini.

Tantrum memang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Kuncinya adalah Anda harus tetap tenang dan bersabar dan jangan membalasnya dengan emosi. Agar mencegah tantrum terjadi, pola tidur ternyata menjadi salah satu yang mempengaruhinya. Perhatikan jam tidur anak yang ideal.

Baca Juga:

 

Jika anak tidur dengan baik dengan jam tidur yang pas, anak akan cenderung lebih tenang , rileks, dan mudah mengendalikan emosi. Untuk meningkatkan kualitas tidur mereka, dapat Anda dukung dengan menyediakan bedcover terbaik dengan kualitas premium dari Sleep Buddy. Sleep Buddy juga menyediakan berbagai motif anak-anak yang lucu dan membuat suasana hati mereka jadi membaik. Yuk cek koleksi lengkapnya di Shopee, Tokopedia, dan Blibli.

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Sofi, I love writing about lifestyle, entertainment, and healthy life.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *