Gejala dan Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan Berdasarkan Jenisnya

Gejala dan Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan Berdasarkan Jenisnya

Rasa cemas tentunya merupakan suatu hal yang wajar dan hampir dialami oleh semua orang. Munculnya rasa cemas ini memang normal, apalagi jika Anda sedang menghadapi suatu masalah. Akan tetapi, apabila Anda merasakan cemas yang berlebihan, bisa jadi Anda memiliki gejala gangguan kecemasan atau anxiety disorder.

Berbeda dengan rasa cemas atau gelisah biasanya, orang dengan anxiety disorder cenderung akan merasakan cemas secara berlebihan. Bahkan, ia pun mudah khawatir terhadap berbagai hal, termasuk hal-hal remeh sekalipun.

Orang dengan anxiety disorder juga cenderung kerap melakukan self diagnosis, self deprecation, memiliki tingkat self worth yang rendah, tidak menerima dan mencintai diri sendiri (self love), serta cenderung memandang tubuh dengan citra negatif.

Dalam kasus yang lebih parah, gangguan ini dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari dan membuat menurunnya kualitas hidup penderitanya. Lantas, bagaimana cara mengatasi gangguan kecemasan?

Apa Itu Gangguan Kecemasan?

Anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah perasaan gugup atau gelisah saat menghadapi situasi tertentu. Contohnya saat harus mengambil keputusan penting, saat harus menghadiri sebuah acara, sebelum wawancara kerja, sebelum ujian, atau bahkan saat akan berkenalan dengan orang baru.

Sebenarnya, rasa cemas sendiri merupakan reaksi wajar tubuh saat mengalami stres. Rasa cemas ini membuat kita menjadi lebih waspada dan berhati-hati. Akan tetapi, rasa cemas yang berlebihan justru dapat memberikan efek sebaliknya, yang malah akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Inilah yang kita kenal sebagai gangguan kecemasan atau anxiety disorder.

Baca Juga :

 

Penyebab Gangguan Kecemasan

Perlu Anda tahu bahwa anxiety disorder merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan mental yang cukup serius dan harus Anda perhatikan baik-baik. Sebab, kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada fungsi otak yang mengatur emosi dan rasa takut.

Secara umum, beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan antara lain:

  • Faktor genetik
  • Pernah mengalami pengalaman negatif yang menyakitkan atau traumatis yang menyebabkan gangguan psikologis
  • Memiliki gangguan kepribadian
  • Mengalami masalah hidup yang berat sehingga menyebabkan stres berlebih hingga depresi
  • Efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu seperti tiroid dan gangguan irama jantung

 

Jenis dan Gejala Terjadinya Gangguan Kecemasan

jenis dan gejala gangguan kecemasan

Secara umum, anxiety disorder terbagi menjadi tiga jenis. Yakni gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, gangguan panik. Gejala dan cara mengatasinya pun berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut adalah penjelasannya masing-masing:

1. Gangguan Kecemasan Umum (Generalized Anxiety Disorder/GAD)

Ini merupakan jenis anxiety disorder yang membuat penderitanya merasa cemas secara berlebihan dalam waktu yang lama. Bahkan, biasanya bisa lebih dari 6 bulan.

Umumnya, penderita GAD akan sangat mudah mengkhawatirkan dan memikirkan banyak hal (overthinking). Hal-hal yang menjadi beban pikiran pun bisa beragam. Mulai dari kondisi finansial, riwayat kesehatan, hingga pekerjaan.

Biasanya, penderita GAD akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, sulit fokus pada suatu hal, terkadang mengalami tantrum, dan cenderung tidak bisa bersantai. Dalam sejumlah kasus, rasa cemas ini bisa begitu berat hingga menimbulkan depresi.

Berikut ini adalah beberapa gejala umum generalized anxiety disorder:

  • Otot terasa tegang
  • Mengalami gemetar dan berkeringat dingin
  • Pusing dan sakit kepala
  • Mengalami sulit tidur (insomnia)
  • Sering lebih mudah marah (tantrum)
  • Merasa kelelahan
  • Mengalami sesak napas
  • Nafsu makan menurun
  • Dada berdebar-debar

 
Untuk mengatasi gangguan kecemasan umum, biasanya dokter akan menyarankan dua cara. Yakni melalui psikoterapi dan pemberian obat-obatan psikotropika atau obat penenang.

Baca Juga :

 

2. Gangguan Kecemasan Sosial

Jenis yang kedua ini bisa kita sebut pula sebagai fobia sosial. Yaitu merupakan rasa cemas atau takut yang berlebihan terhadap situasi sosial atau saat berinteraksi dengan orang lain.

Pada umumnya, penderita gangguan kecemasan sosial akan merasa takut untuk melakukan atau mengatakan sesuatu di hadapan orang lain, atau di tempat umum. Orang yang memiliki gangguan kecemasan sosial juga cenderung bersikap introvert, tidak memiliki mental berani, bahkan antisosial atau menarik diri dari pergaulan.

Beberapa gejala gangguan kecemasan sosial yang perlu Anda ketahui antara lain:

  • Merasa takut saat berinteraksi dengan orang lain, bahkan sekadar menyapa. Terutama orang baru yang belum dikenal.
  • Cenderung memiliki self esteem yang rendah.
  • Sering menghindari kontak mata dengan orang lain. Bahkan saat sedang berbicara
  • Memiliki rasa takut berlebihan untuk mendapatkan kritikan dari orang lain
  • Cenderung melakukan self gaslighting
  • Lebih senang berada di dalam rumah, karena merasa takut atau malu saat bepergian ke luar rumah. Apalagi berada di tempat umum

 
Perlu Anda catat bahwa gangguan kecemasan sosial berbeda dengan rasa malu biasa. Sebab, orang yang pemalu umumnya masih bisa melakukan interaksi sosial, bahkan berkomunikasi dan menjalani aktivitas sehari-hari. Meskipun, ia akan cenderung merasa malu dan kurang nyaman saat melakukannya.

Sementara itu, gangguan kecemasan sosial adalah saat rasa takut dan malu untuk berinteraksi dengan orang lain sudah sangat ekstrem, bahkan sampai menyebabkan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi.

Untuk mengatasinya, pengobatan gangguan kecemasan sosial bisa berupa konsumsi obat pereda cemas dan antidepresan, serta terapi perilaku kognitif sebagai bagian dari psikoterapi.

3. Gangguan Panik

Berbeda dengan dua jenis anxiety disorder sebelumnya, biasanya penderita gangguan panik akan mengalami serangan panik (panic attack) atau rasa cemas secara berlebihan dan tiba-tiba.

Serangan panik ini bisa terjadi berulang kali tanpa alasan yang jelas. Selain itu, tingkat keparahannya pun berbeda-beda. Berikut adalah beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami gangguan panik:

  • Ketakutan ekstrem
  • Tubuh gemetar
  • Merasa lemas dan tidak memiliki kekuatan apapun
  • Berkeringat dan berdebar-debar
  • Merasa seperti tersedak atau sesak di dada
  • Dada terasa nyeri
  • Seolah mengalami serangan jantung

 
Gangguan panik sendiri bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Biasanya, gangguan ini akan berlangsung kurang dari 10 menit hingga lebih dari 1 jam.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk duduk dan memejamkan mata saat Anda mulai merasakan gejala serangan panik. Setelah itu, segera tarik napas dalam-dalam melalui hidung, kemudian hembuskan lewat mulut. Ulangi langkah ini beberapa kali hingga Anda merasa lebih tenang.

Di sisi lain, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan pereda cemas dan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif untuk mengatasi gangguan panik.

Demikian adalah penjelasan tentang gangguan kecemasan, penyebab, beserta jenis, gejala, dan cara mengatasinya. Terkadang, orang yang memiliki anxiety disorder dapat menyembunyikan perasaannya dan seakan tampak baik-baik saja dari luar.

Akan tetapi, apabila kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka gangguan kecemasan akan memberikan dampak yang sangat buruk dan mengurangi kualitas hidup penderitanya.

Selain dapat memengaruhi kehidupan sosial, kondisi ini juga berisiko mengganggu kesehatan tubuh maupun mental. Sebab, anxiety yang dibiarkan terus-menerus dapat membuat penderitanya mengalami gangguan tidur, kurang tidur, serta berisiko memicu munculnya berbagai macam penyakit berbahaya.

Sehingga, apabila Anda mulai merasakan gejala anxiety, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.