Cara Memasak Mi Instan Agar Lebih Sehat dan Bergizi

Cara Memasak Mi Instan Agar Lebih Sehat dan Bergizi

Mi instan menjadi salah satu makanan favorit yang digemari banyak orang. Selain praktis, makanan instan ini juga memiliki rasa yang lezat dan proses pembuatan yang sangat mudah.

Akan tetapi, di balik kepraktisan dan rasanya yang lezat, mengonsumsi makanan instan tidak bisa sembarangan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. Ada berbagai bahaya yang mengintai jika Anda mengonsumsi makanan ini secara berlebihan.

Namun, untuk menyiasatinya, Anda dapat mengikuti beberapa cara memasak makanan instan ini dengan benar dan sehat. Seperti apa? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Risiko Makan Mi Instan

Mi instan terkenal sebagai makanan tidak sehat lantaran kandungan karbohidrat, lemak, dan garam yang tinggi, tetapi rendah protein, serat, vitamin, dan mineral.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan instan ini akan berdampak pada kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh. Selain itu, ada beberapa risiko dan bahaya lain yang dapat Anda alami bila mengonsumsi makanan praktis ini secara berlebihan :

1. Gangguan pencernaan

Mi instan merupakan jenis makanan yang tidak mudah untuk dicerna, sehingga membuat kerja sistem saluran pencernaan menjadi lebih berat. Bila Anda mengonsumsinya terlalu sering, hal ini dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan.

Baca Juga :

 

2. Tekanan darah tinggi

Menurut Healthline, bumbu mi instan biasanya memiliki kandungan garam atau natrium yang tinggi. Di dalam satu kemasan mie instan mengandung sekitar 860 mg natrium.

Jumlah tersebut masih bertambah dari kandungan natrium dalam makanan lain yang Anda konsumsi pada hari yang sama. Padahal, asupan natrium yang ideal setiap harinya tidak lebih dari 2.000–2.400 mg atau setara 5–6 gram garam.

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa mengonsumsi natrium yang terlalu banyak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan berdampak pada rusaknya pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

3. Penyakit jantung

risiko penyakit jantung

Tahukah Anda bahwa bumbu dalam mi instan juga menggunakan banyak sekali MSG (monosodium glutamat) untuk meningkatkan rasa menjadi lebih gurih.

Kandungan MSG dan natrium yang tinggi ini rupanya tidak hanya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, tetapi juga memicu berbagai gangguan pada jantung. Oleh karena itu, mi tidak boleh dikonsumsi oleh penderita hipertensi dan gagal jantung kongestif.

4. Gangguan ginjal

Mi instan memiliki kandungan garam yang tinggi. Kandungan garam tersebut bisa berdampak pada terganggunya fungsi ginjal, terutama jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak dan sering.

Terganggunya fungsi ginjal dapat menyebabkan penumpukan natrium dan cairan di dalam tubuh. Hal ini memicu terjadinya pembengkakan pada kaki serta penumpukan cairan di sekitar jantung dan paru-paru.

5. Mempengaruhi perkembangan otak bayi dan anak-anak

Kemasan mi instan juga menjadi hal yang harus Anda perhatikan. Pasalnya, ada mi yang dikemas dengan bahan yang menggunakan stirofoam yang mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA).

Bahan BPA tersebut diketahui dapat mengganggu cara kerja hormon dan memengaruhi perkembangan otak pada bayi dan anak-anak. Sementara pada orang dewasa, kandungan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker.

Baca Juga :

 

Cara Memasak Mi Instan yang Sehat

Mengonsumsi mi instan secara berlebihan memang akan memberikan berbagai risiko dan bahaya bagi kesehatan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang dapat lakukan agar makanan instan tersebut menjadi lebih menyehatkan.

Nah, berikut ini adalah cara memasak mi yang benar agar lebih sehat dan bergizi :

1. Jangan Masukkan Semua Bumbu Mi Instan

Bumbu mi instan memang terasa lezat, namun mengandung banyak bahan seperti MSG dan natrium yang berbahaya bagi kesehatan bila mengonsumsinya secara berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan masukkan semua bumbu ke dalam mi yang akan Anda santap.

Anda bisa menggunakan bumbu sebanyak setengah saja. Bila rasa mi menjadi kurang lezat, lebih baik Anda membuat bumbu sendiri. Anda bisa menambahkan bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merah, dan minyak wijen.

2. Tambahkan Banyak Protein

tambahkan protein

Mi instan hanya mengandung karbohidrat, sedangkan Anda memerlukan gizi yang seimbang. Karena itu, tambahkan protein.

Anda bisa menambahkan telur rebus, telur goreng, atau daging tanpa lemak untuk menambahkan asupan protein. Untuk menambahkan rasa lezat ke dalam mi, Anda bisa menumis daging dengan lada atau kecap sebelum dimasukkan ke dalam kuah.

3. Tambahkan Juga Sayuran

Kalori yang tinggi pada mi instan bisa berpotensi menyebabkan obesitas dan diabetes.

Maka dari itu, cara membuat makanan instan ini menjadi sehat untuk Anda konsumsi adalah dengan menambahkan sayur-sayuran. Sayuran yang cocok untuk menjadi pelengkap antara lain sawi, tomat, wortel, timun, dan buncis.

Baca Juga :

 

4. Kurangi Asupan Karbohidrat Harian Jika Sudah Makan Mi Instan

Tahukah Anda, jumlah kalori yang dihasilkan oleh mi instan lebih tinggi dibandingkan kalori dari nasi?

Kalori dari satu porsi mi setara dengan kalori dari tiga mangkuk nas. Oleh sebab itu, agar asupan kalori harian tak berlebihan, sebaiknya kurangi asupan karbohidrat pada jam makan selanjutnya jika Anda sudah mengonsumsi mi. Selain itu, hindari makan mi dengan nasi secara bersamaan.

5. Batasi Konsumsi Mi Instan

Meski telah memasukkan sayur-sayuran dan protein untuk membuat mi instan yang sehat, tetap saja Anda tidak boleh mengonsumsinya secara rutin.

Batasilah maksimal satu bungkus saja dalam seminggu. Karena semakin sering Anda mengonsumsi makanan instan, maka akan semakin tinggi pula risiko bahaya yang mengancam kesehatan Anda.

6. Jangan Makan Mi Tengah Malam Sebelum Tidur

Rasanya sudah menjadi rahasia umum bahwa mi instan paling sering dikonsumsi saat malam hari, bahkan sebelum tidur. Jika Anda juga melakukan kebiasaan ini, maka segeralah hentikan sekarang juga.

Hal ini karena mengonsumsi mi pada malam hari dapat membuat berat badan naik. Selain itu ketika malam hari, tubuh lebih lambat mencerna makanan. Saat malam hari juga biasanya tidak ada aktivitas yang Anda lakukan untuk pembakaran kalori.

Mengonsumsi mi pada malam hari juga dapat mempengaruhi kualitas tidur Anda. Jika Anda tidak tidur dalam waktu yang cukup, maka berbagai bahaya lainnya juga akan mengancam kesehatan, bahkan berpengaruh pada tumbuh kembang anak-anak dan remaja.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *