10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani

10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani

Sebagian anak-anak memiliki berbagai karakter yang berbeda-beda. Tapi mayoritas anak-anak cenderung pemalu dan minder saat bertemu orang lain. Tentu Anda sebagai orang tua hal tersebut tak ingin seterusnya terjadi pada anak-anak yang khawatir akan mengganggu proses sosialisasi mereka hingga dewasa. Maka dari itu, sebagai orang tua Anda harus mulai melatih mental anak supaya mereka lebih berani menghadapi sesuatu.

Cara-Cara Melatih Mental Anak Agar Berani

Berikut ini beberapa cara untuk melatih mental anak agar berani bersumber dari verywellfamily.com

Mengajarkan Anak Berpikir Logis

Coba ajarkan anak untuk berpikir realistis. Kembangkan pandangan realistis yang dapat membantu anak-anak bisa melewati masa-masa menyulitkannya dan tampil percaya diri. Bagi anak-anak sulit bagi seorang anak untuk merasa kuat secara mental saat mereka sedang mengalami kesulitan atau sedang merasa kecewa dengan diri sendiri.

Mengujinya dalam Keadaan Tidak Nyaman

Cobalah untuk membuatnya merasa tak nyaman. Walaupun Anda tak tega melihatnya, usahakan jangan membantu dia terlebih dahulu. Biarkan ia berusaha lebih keras untuk mencari solusinya, menyelesaikan tanggung jawabnya, dan jangan lupa untuk membimbing dia untuk melewatinya.

Mendorong Mereka Menghadapi Ketakutan

Jika anak menghadapi ketakutan dan berusaha menghindarinya ia tak akan pernah bisa menangani perasaannya. Cobalah untuk membantu dan ajak anak mengatasi ketakutannya dan ajak ia mau bertemu dengan orang-orang baru sekitarnya agar tidak takut menghadapi orang lain. Kemudian berikan semangat serta pujian padanya supaya lebih berani dan disitulah ia akan belajar untuk menangani ketakutannya. Ia juga akan belajar keluar dari zona nyamannya.

Biarkan Mereka Buat Kesalahan

Ajari mereka buat kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran sehingga tak merasa malu atau malu tentang kesalahan. Biarkan ia menanggung risiko ketika melakukan kesalahan dan sesekali ajak dirinya berdiskusi untuk mencari solusi agar ia tak mengulangi kesalahan yang sama.

Baca Juga:

Menegaskan Tanggung Jawab

Ajarkan dirinya menerima tanggung jawab pada sebuah hal yang wajar. Berikan penjelasan saat anak melakukan kesalahan atau berperilaku buruk. Cobalah koreksi kesalahannya saat mencoba untuk menyalahkan orang lain tentang cara berpikirnya, merasakan atau perilakunya.

Mengajarkan Keterampilan Khusus

Cara melatih mental anak agar berani salah satunya Anda harus disiplin mengajar anak-anak agar berbuat lebih baik di waktu berikutnya. Bukan membuat mereka menderita karena kesalahan mereka. Ajarkan mereka keterampilan khusus seperti keterampilan pemecahan masalah, disiplin diri, dan pemecahan masalah.

Membangun Karakter Anak

Anak-anak membutuhkan pendidikan moral untuk membuat keputusan yang baik. Tanamkan pada nilai-nilai moral yang baik, selalu bekerja keras dan menciptakan peluang untuk memperkuat pembelajaran dalam kehidupan.

Jadikan Syukur Sebagai Prioritas

Bersyukur menjadi obat luar biasa untuk mengasihani diri sendiri dan mengatasi kebiasaan buruk lainnya. Bersyukur ternyata dapat menguatkan mental si kecil. Selain itu rasa terima kasih meningkatkan suasana hati anak dan mendorong memecahkan sesuatu hal.

Menegaskan Tanggung Jawab

cara melatih mental anak

Ajarkan si kecil menerima tanggung jawab terhadap sebuah hal yang wajar. Anda dapat memberikan penjelasan saat anak melakukan kesalahan atau berperilaku buruk.

Tunjukkan Apa Itu Berani

Agar anak jadi berani, Anda harus mendidik diri sendiri untuk jadi berani dulu. Umumnya anak-anak memiliki karakter yang secara tidak sadar terbentuk karena mencontoh orang tuanya. Misalnya, berani menegur seseorang yang membuang sampah sembarang, atau berani membantu seorang nenek menyebrang jalan.

Selain melatih keberanian pada anak, imbangin juga dengan melatih kedisiplinan pada mereka. Manfaat penerapan disiplin pada anak sangat beragam, mulai dari melatih rasa tanggung jawab anak dalam segala hal, melatih anak menentukan pilihan yang baik bagi dirinya sendiri, sampai membantu mengelola kecemasan emosi. Berikut ini beberapa cara untuk melatih disiplin anak.

Menerapkan Peraturan dan Rutinitas Harian

Sebagai awalan, Anda harus menerapkan aturan atau rutinitas harian yang harus dijalankan oleh si kecil di rumah. Salah satu contohnya adalah memintanya untuk membereskan mainan dan merapikan tempat tidur. Dengan Anda menerapkan peraturan, anak akan belajar mengenai rasa tanggung jawab dan keterampilan manajemen diri.

Berikan Konsekuensi yang Sesuai

Ketika ia melakukan kesalahan atau melanggar peraturan yang berlaku, coba berikan konsekuensi yang sesuai. Tak mudah bagi orang tua melihat si kecil sedih. Tapi hal tersebut bertujuan baik agar si kecil tak mengulangi lagi pelanggaran atau kesalahan yang telah diperbuat.

Baca Juga:

Ajarkan Anak Bersikap Empati

Ketika dirinya melakukan kesalahan, cobalah untuk melatih empati pada anak ketimbang langsung memberinya hukuman. Misalnya bila ia mengambil mainan milik temannya, nasihati ia bahwa temannnya pasti akan sedih karena mainannya diambil. Jika rasa empati tersebut muncul dan telah tumbuh, ia dapat memahami perasaan orang lain yang telah dirugikannya dan memikirkan konsekuensinnya terlebih dahulu sebelum melakukan hal yang tak baik.

Berikan Hadiah

Ketika anak menaati peraturan yang Anda terapkan, berikanlah kejutan padanya dalam bentuk hadiah. Pemberian hadiah akan bertujuan agar anak merasa bahwa apa yang dilakukannya selama ini tak sia-sia. Dengan begitu, ia makin terbiasa dan senang menerapkan aturan yang berlaku.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menerapkan Disiplin

Sebelum mengajarkan kedisiplinan pada si kecil, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ini di antaranya:

Jadilah Teladan yang Baik

Berusahalah menjadi orang tua yang memberikan contoh baik untuk si kecil. Hal tersebut karena anak kecil akan meniru perilaku daripada perkataan orang tua.

Bersikap Konsisten

Jangan lupa terapkan sikap konsisten dalam upaya mendisiplinkan anak. Usahakan Anda untuk memberikan aturan yang sama agar si kecil tak bimbang dan merasa bersalah.

Jangan Lupa Apresiasi

Sama seperti ulasan sebelumnya, Anda dapat memberikan apresiasi atau hadiah setelah si kecil berhasil melakukan suatu pekerjaan yang baik. Contohnya “Terima kasih karena kamu hari ini sudah membersihkan tempat tidur” Anda juga bisa memberikan semangat seperti “Kamu baik sekali sudah membantu Bunda mencuci piring setelah makan”

Tentu dalam melatih mental dan mengajarkan kedisiplinan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Hal tersebut karena perilaku anak tak dapat berubah dalam waktu yang singkat. Anda harus tetap bersabar dan selalu konsisten dalam memberikan pelajaran. Jika mereka melakukan kesalahan, hal tersebut dapat menjadi evaluasi bersama dan tak perlu dibesar-besarkan dan merupakan proses menjadikannya lebih baik.

Baca Juga:

 

Selain melatih mental untuk berani dan disiplin, sebagai orang tua Anda juga perlu memberikan yang terbaik untuk mereka salah satunya memberikan terbaik untuk perlengkapan kamar tidurnya seperti sprei dan bedcover. Berikanlah bedcover dnegan karakter favorit mereka sebagai bentuk apresiasi atau hadiah untuk mereka. Salah satu bedcover terbaik adalah Sleep Buddy. Sleep Buddy terbuat dari bahan premium yang lembut dan nyaman untuk anak-anak. Anda dapat memilih motif dan warna sesuai kesukaan mereka.

Setelah mereka melakukan hal yang baik tak ada salahnya memberikan apresiasi atau hadiah kecil untuk membuat mereka semakin semangat. Yuk cek koleksi Sleep Buddy di Shopee, Tokopedia, dan Blibli.

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Sofi, I love writing about lifestyle, entertainment, and healthy life.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *