Hati-Hati, Inilah 10 Bahaya Sibuk Kerja untuk Kesehatan

Hati-Hati, Inilah 10 Bahaya Sibuk Kerja untuk Kesehatan

Memiliki dedikasi tinggi dalam dunia kerja memang bagus. Namun, pastikan Anda tidak terlalu berlebihan dalam bekerja, sebab ada banyak sekali bahaya yang bisa mengintai. Bukan hanya memengaruhi kesehatan fisik, namun bahaya sibuk kerja juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental.

Terlalu sibuk kerja kerap kita sebut dengan istilah workaholic (gila kerja). Ini merupakan kecenderungan untuk kecanduan bekerja demi menyelesaikan pekerjaan atau deadline. Orang yang mengalami kondisi ini akan bekerja secara terus-menerus dan tidak bisa berhenti bekerja, bahkan lembur.

Jika Anda termasuk dalam kategori workaholic, maka mulailah untuk waspada sejak sekarang. Hal ini karena terlalu sibuk bekerja bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan Anda. Bahkan dalam sebuah penelitian, terungkap bahwa orang yang bekerja 11 jam setiap hari lebih berisiko mengalami stres, gangguan kecemasan, hingga depresi daripada orang yang jam kerjanya standar, yakni sekitar 7-8 jam per hari.

Namun, demi menyelesaikan tenggat waktu pekerjaan, biasanya mayoritas pekerja akan memilih untuk bekerja ekstra tanpa menyadari bahayanya bagi kesehatan. Apa saja bahaya sibuk kerja? Simak penjelasannya berikut ini.

Bahaya Terlalu Sibuk Kerja untuk Kesehatan

Pemerintah telah menetapkan aturan kerja di Indonesia dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam prarutan ini, jam kerja, waktu istirahat kerja, hingga waktu lembur diatur dalam pasal 77 sampai pasal 85.

Bagi karyawan yang bekerja 5 hari dalam seminggu, jam kerja seharusnya adalah 8 jam sehari atau 40 jam per minggu. Apabila melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut, maka waktu kerja biasa dianggap masuk sebagai waktu kerja lembur sehingga pekerja atau buruh berhak atas upah lembur.

Biasanya, para pekerja menjadikan kerja lembur sebagai salah satu jalan pintas dalam menambah penghasilan. Tapi hati-hati, bekerja secara berlebihan juga berkaitan dengan munculnya beragam penyakit tertentu.

Berikut adalah bahaya kerja lembur untuk kesehatan yang harus Anda waspadai:

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sebuah studi pada tahun 2010 menyebutkan bahwa orang yang bekerja 10 jam atau lebih setiap hari berisiko lebih tinggi menderita penyakit kardiovaskular seperti hipertensi atau serangan jantung, hingga stroke.

Hal ini karena kerja lembur yang menyebabkan stres akan berimbas pada peningkatan kortisol dan adrenalin. Dengan begitu, gula darah naik dan pembuluh darah pun akan mengeras.

2. Risiko Gangguan Kesehatan Mental seperti Stres dan Depresi Juga Meningkat

sibuk kerja meningkatkan risiko kesehatan mental

Bahaya sibuk kerja yang selanjutnya adalah meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti stres dan depresi. Hal ini karena jam kerja yang panjang tidak hanya menguras kemampuan fisik tubuh, tapi juga berdampak kepada kinerja otak.

Jam kerja yang kelewat panjang akan mengikis waktu pekerja untuk menikmati momen istirahat dan bersantai. Selain itu, sibuk kerja juga membuat Anda mengurangi waktu tidur ideal. Akibatnya, risiko terkena depresi bagi mereka yang bekerja 11 jam atau lebih setiap hari cenderung meningkat dua kali lipat daripada yang bekerja 7-8 jam per hari.

3. Adanya Potensi Diabetes Tipe 2

Salah satu bahaya sibuk kerja adalah meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Sejauh ini memang belum diketahui dengan jelas, apa kaitan pasti antara kesibukan kerja dan munculnya diabetes. Namun, penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa mereka yang sering bekerja lembur memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2, obesitas terkait diabetes, hingga risiko kematian lebih dini.

Baca Juga :

 

4. Mengakibatkan Demensia

Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, tidak fokus kerja, sulit berkonsentrasi, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

Penelitian The American Journal of Epidemiology membuktikan bahwa pekerja yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu akan mengalami masalah dengan daya konsentrasi, daya ingat, hingga kosa kata.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Kanker

Ketika terlalu sibuk bekerja, tubuh akan mengalami stres lebih tinggi, baik secara fisik maupun mental. Hal ini akan memunculkan kebiasaan kurang sehat seperti merokok dan kurangnya waktu berolahraga karena harus bekerja secara ekstra. Bahkan dalam jangka panjang, kebiasaan ini akan  meningkatkan risiko seseorang terkena kanker, seperti kanker usus besar, kanker paru, kanker payudara, dan kanker prostat.

6. Menyebabkan Kerusakan Mata

Bagi Anda pekerja dalam ruangan, menatap layar komputer tentunya menjadi kebiasaan sehari-hari selama bekerja. Jika terlalu sibuk bekerja, maka Anda pun akan menatap layar komputer lebih lama.

Kebiasaan ini akan menimbulkan berbagai kerusakan mata. Misalnya saja otot-otot mata yang menegang. Gejala kondisi tersebut bervariasi mulai dari pusing, sakit kepala, mata kering, atau pandangan kabur. Belum lagi minus mata yang bisa muncul atau bahkan bertambah

7. Kurang Tidur

sibuk kerja menyebabkan gangguan tidur

Bahaya sibuk kerja selanjutnya adalah mengalami kurang tidur. Kebutuhan tidur orang dewasa adalah 7-8 jam setiap malamnya. Namun, jika terlalu sering bekerja, otomatis waktu tidur pun berkurang banyak.

Padahal saat kita beristirahat, tubuh bekerja keras untuk memperbaiki DNA, menambah kadar vitamin, menghasilkan antioksidan, hingga meregenerasi kulit. Jika kebutuhan waktu tidur ideal tidak tercukupi, maka akan ada banyak dampak buruk kurang tidur yang mengancam kesehatan Anda dan keluarga. Mulai dari gangguan tidur, penuaan dini, kelelahan, serta terganggunya kondisi psikologis.

8. Risiko Sakit Punggung dan Leher

Bagi Anda yang terlalu sering duduk ketika bekerja, maka risiko mengalami sakit punggung dan sakit leher pun pastinya akan semakin meningkat. Sakit punggung memang tidak banyak berdampak pada kesehatan secara menyeluruh. Akan tetapi jika berulang terus-menerus, maka rasa nyeri dan tidak tidak nyaman tersebut akan mengganggu produktivitas Anda di kemudian hari.

Baca Juga :

 

9. Meningkatkan Risiko Kecelakaan Kerja

Saat terlalu sibuk bekerja, seseorang dapat mengalami kelelahan dan sulit berkonsentrasi. Hal ini tentunya akan memengaruhi performa kerja dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Bahkan sebuah penelitian di Korea Selatan menunjukkan bahwa para pekerja lembur yang mengoperasikan mesin ataupun yang bekerja di kantor memiliki risiko untuk mengalami kecelakaan kerja atau melakukan kesalahan ketika bekerja hingga 2 kali lipat lebih lama.

10. Tubuh Menjadi Sangat Lelah

Terlalu sibuk bekerja bisa membuat Anda jadi kurang tidur dan istirahat, sehingga  tubuh akan merasa sangat lelah. Ketika lelah, kemampuanmu untuk bekerja secara produktif dan berpikir jernih tentunya juga akan menurun. Selain itu, kelelahan dan stres akibat kerja juga dapat menyebabkan sakit kepala tegang yang dapat menurunkan produktivitas kerja lebih lanjut.

Tips untuk Tetap Sehat Meski Sibuk Bekerja

Meski sibuk bekerja memiliki dampak negatif bagi kesehatan, namun menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan adalah sebuah kewajiban. Sehingga, setidaknya buatlah semacam rencana kerja harian atau mingguan untuk menghindari keterlambatan penyelesaian kerja. Untuk menghindari bahayanya, lakukan beberapa tips berikut ini agar kesehatan Anda tetap terjaga meski sibuk bekerja:

  • Konsumsi jenis makanan bernutrisi dan rendah kalori.
  • Makan teratur dan jangan berlebihan.
  • Hindari makanan dan minuman instan.
  • Kurangi makanan yang mengandung banyak gula. Bila memungkinkan, bawalah bekal dari rumah.
  • Sempatkan untuk berdiri dari kursi jika Anda duduk dalam waktu yang lama.
  • Melakukan olahraga ringan di sela-sela pekerjaan Anda.
  • Berbincang dengan rekan kerja untuk menghilangkan stres.
  • Ciptakan suasana yang nyaman saat bekerja.
  • Jangan memaksa mengambil jam kerja ekstra jika kondisi Anda tidak memungkinkan.
  • Sempatkan tidur siang atau istirahat di sela jam kerja.

 
Tidur siang yang baik umumnya dilakukan antara pukul 13.00 hingga 15.00 sore. Namun, para dokter menyarankan untuk tidur hanya selama 45 menit. Karena jika tidur terlalu lama, maka Anda akan bangun dengan kepala terasa berat.

Itulah tadi ulasan tentang risiko bahaya sibuk kerja serta tips untuk mengatasinya. Meskipun menyelesaikan pekerjaan merupakan tanggung jawab sebagai pekerja, namun pastikan Anda mengatur jadwal dengan baik sehingga mampu mengurangi frekuensi kerja lembur demi menjaga kesehatan.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.