7 Cara Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

7 Cara Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

Apakah anak Anda kecanduan gadget?

Dengan perkembangan teknologi seperti saat ini, rasanya sangat wajar apabila gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Termasuk untuk anak-anak.

Apalagi dengan adanya kebijakan sekolah online selama pandemi, yang menyebabkan anak usia sekolah wajib menggunakan gadget untuk memperlancar kegiatan pembelajaran.

Namun, bagaimana jika si kecil justru kecanduan gadget hingga memberikan dampak buruk bagi kesehatan maupun kehidupan sosialnya?

Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Oleh karena itu, Anda perlu mengatasinya dengan cara yang tepat. Yuk, simak tanda ketika anak kecanduan gadget serta cara mengendalikannya!

Tanda Anak Kecanduan Gadget

Gadget tidak jarang dijadikan senjata ampuh para orangtua untuk membuat anak tenang sekaligus betah di rumah. Sayangnya, jika hal ini terlalu sering dilakukan, justru dapat menyebabkan anak kecanduan.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of The International Child Neurology Association, kecanduan gadget bisa dialami oleh anak pada usia berapa pun. Bahkan, penelitian ini mengatakan kalau umumnya anak usia 6-9 tahun sudah mulai mengenal gadget.

Salah satu ciri dari anak yang kecanduan gadget yakni hampir tidak pernah bisa melepaskan diri dari gadget. Misalnya, anak selalu mengambil gadgetnya ketika bangun tidur dan makan di meja dengan mata yang terpaku ke layar.

Kegiatan yang dilakukan anak dengan gadget pun bisa beraneka ragam, seperti bermain game, menonton video di YouTube, atau sekadar membuka-buka aplikasi media sosial.

Umumnya, tanda atau gejala kecanduan gadget pada anak yakni:

  • Keasyikan bermain gadget dan lupa waktu.
  • Menunjukkan kegelisahan ketika tidak bermain gadget.
  • Semakin lama durasi bermain gadgetnya semakin bertambah.
  • Gagal untuk mengurangi atau berhenti bermain dengan gadget.
  • Kehilangan ketertarikan dengan dunia luar.
  • Berbohong mengenai lama penggunaan gadget ke orang tua.

 

Dampak Kecanduan Gadget pada Anak

dampak kecanduan gadget pada anak

Terlalu sering main gadget dapat mengalami berbagai gejala gangguan fisik pada anak. Misalnya susah tidur, sakit leher, nyeri punggung, peningkatan atau penurunan berat badan, gangguan penglihatan, sakit kepala, dan gangguan nutrisi.

Pasalnya, layar gadget dapat berdampak pada perubahan otak yang berfungsi mengontrol proses emosi, atensi, pembuatan keputusan, dan kontrol kognitif.

Bagian otak anak yang berkaitan dengan pengaturan impuls mengalami perubahan karena penggunaan gadget terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Secara psikologis, anak terlalu sering main gadget juga mudah merasa cemas, sering bohong, memiliki perasaan bersalah, dan merasa kesepian. Bahkan, tak sedikit dari anak-anak yang kecanduan gadget memilih untuk mengisolasi dirinya, sering mengalami perubahan mood yang sangat cepat.

Hal ini yang menjelaskan bagaimana anak yang kecanduan bermain gadget memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan anak lainnya.

Baca Juga :

 

Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak:

1. Jadilah contoh yang baik untuk anak

Anak-anak kerap mengambil pelajaran dari lingkungan sekitarnya, tak terkecuali mengenai kebiasaan menggunakan gadget orang tuanya.

Jika Anda masih sering bermain gadget di depan si kecil, ia juga akan meniru kebiasaan tersebut. Jadi mulai sekarang, usahakan untuk tidak sibuk dengan gadget saat sedang bersama buah hati Anda.

2. Batasi dan awasi penggunaan gadget pada anak

Anda harus memberikan batasan waktu mengakses gadget untuk anak. Misalnya memberi waktu 1–2 jam dalam sehari untuk si  kecil menggunakan gadget. Selain itu, awasi juga saat anak saat bermain gadget, supaya ia tidak mengakses konten tak senonoh, misalnya pornografi atau kekerasan.

Ingat, Anda juga harus melatih si kecil untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum bermain gadget dan mengembalikannya dengan baik setelah selesai digunakan. Simpanlah gadget di tempat yang tidak diketahui oleh anak sehingga ia tidak bisa menggunakannya tanpa seizin Anda.

3. Tetapkan wilayah bebas gadget di rumah

Anda bisa menetapkan tempat-tempat bebas gadget di dalam rumah untuk membatasi penggunaannya. Misalnya ruang makan, ruang keluarga, atau kamar tidur.

Artinya ketika berada di dalam ruangan ini, siapa pun tidak boleh menggunakan gadget. Namun, pastikan Anda juga menaati aturan tersebut.

4. Buat aktivitas menyenangkan bersama anak

buat aktivitas menyenangkan

Buatlah aktivitas menyenangkan agar pikiran buah hati Anda teralihkan dari gadget.

Sebagai contoh, Anda bisa mengajak anak untuk bersepeda, memasak bersama, menggambar atau mewarnai bersama, berkebun di pekarangan rumah, atau bahkan berlibur dan staycation.

Selain itu, ajaklah si kecil untuk bermain dengan teman-teman sebayanya. Selain membuatnya lupa dengan gadgetcara ini bisa meningkatkan interaksi sosialnya.

Baca Juga :

 

5. Beri tahu anak bahaya menggunakan gadget terlalu lama

Cara selanjutnya adalah memberitahu si kecil tentang dampak negatif menggunakan gadget terlalu lama.

Anda bisa membahas mengenai risiko terjadinya obesitas atau sakit mata jika si kecil lebih sering duduk bermain gadget dan jarang keluar rumah. Selain itu, jelaskan dengan bahasa yang mudah bahwa gadget dan internet bisa menjadi tempat yang berbahaya untuknya.

6. Mendongeng bisa membuat anak lupa gadget

Tahukah Anda bahwa mendongeng memiliki banyak sekali manfaat untuk tumbuh kembang buah hati?

Dongeng sebelum tidur yang Anda bacakan untuk anak akan membantunya untuk merangsang kemampuan verbal, kognitif, memperluas kosa kata, meningkatkan daya imajinasi, sekaligus sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral.

Anda juga bisa menjalin kedekatan lebih dengan si kecil melalui kegiatan dongeng ini. Selain itu, penelitian menyebutkan bahwa mendengarkan dongeng sebelum tidur akan membuat anak lupa pada gadgetnya.

Waktu yang ideal untuk mendongeng adalah sebelum tidur siang atau menjelang tidur malam, dan lamanya adalah sekitar 10–15 menit.

7. Ajak anak mendekorasi kamar sesuai keinginannya

Suasana kamar yang nyaman akan membuat si kecil betah dan mendapatkan waktu tidur yang berkualitas yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.

Selain itu, Anda juga bisa mengalihkan perhatiannya dari kecanduan gadget dengan cara mengajaknya untuk mendekorasi ulang kamar. Cobalah ide desain kamar sesuai kepribadian anak agar kamar terasa makin nyaman. Anda juga bisa menambahkan hiasan dindingtanaman hias yang membantu untuk menyaring udara, atau lampu hias yang membuat tidurnya makin nyenyak.

Selain dekorasi, pastikan juga memilih bahan sprei yang bagus untuk anak, berkualitas, dan tentunya aman bagi anak yang memiliki kulit sensitif. Maka dari itu, pilihlah sprei atau bedcover dengan bahan terbaik yang nyaman, lembut dan aman gunakan

Sleep Buddy menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan sprei dan bedcover berkualitas. Kami memberikan bahan-bahan terbaik yang terbuat dari 100% organic cotton untuk menunjang kualitas tidur si kecil agar semakin nyaman dan nyenyak.

Ada banyak pilihan sprei dengan berbagai motif dan ukuran yang bisa Anda sesuaikan dengan selera di Sleep Buddy store, atau marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, atau Blibli. Kunjungi juga akun Instagram kami untuk mendapatkan info terbaru seputar Sleep Buddy.

Baca Juga :

Subscribe Now!

Dapatkan beragam informasi produk dan artikel menarik Sleep Buddy melalui email Anda. Subscribe sekarang untuk dapatkan promo dan diskon spesial!

About author

Share

Hi! I'm Nisa. I like exploring words towards writing. I love writing about design inspiration, beauty, lifestyle, and parenting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *